Kilas

Tulisan Viral di Facebook, Siswi SMA Diundang oleh Bupati Banyuwangi

Kompas.com - 19/05/2017, 10:47 WIB


BANYUWANGI, KOMPAS.com –
Siswi tingkat Sekolah Menengah Atas di Gambiran, Banyuwangi Afi Nihaya Faradisa seketika menjadi perbincangan banyak orang. Tulisan yang ia bagikan dalam akun Facebook-nya, viral dan menuai banyak pujian, termasuk dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Karena itulah, Kamis (18/5/2017), Anas mengundang Afi untuk datang ke kantornya. Ditemani, ayah dan guru sekolah, Afi hadir memenuhi undangan itu.

“Tulisan Afi bagus dan itu tidak mungkin bisa dia lakukan jika tidak membaca. Maka, saya mengajak Afi untuk memberikan inspirasi pada anak-anak muda lainnya untuk rajin membaca dan menulis.,” ujar Anas, Kamis.

Sebelumnya unggahan tulisan Afi ditayangkan pada Senin (15/5/2017). Sederhana, tulisannya mengangkat isu keberagaman—yang memang sedang hangat diperbincangkan. Tak disangka, sepengamatan Kompas.com, Jumat (19/5/2017), tulisan itu mendapat lebih dari 45.000 likes dan 5.000 komentar.

“Apa yang dilakukan oleh Afi perlu dijadikan contoh oleh remaja yang lain. Afi mampu memanfaatkan gawai dan media sosial untuk sesuatu yang positif,” katanya lagi.

Meski demikian, Anas mengatakan bahwa tak semua komentar yang didapat Afi bagus. Tak semua yang memberikan komentar setuju dna sependapat dengan Afi. Akan tetapi, menurut Anas itu adalah sesuatu yang wajar.

“Banyak kepala (yang membaca tulisan itu) pasti tak dapat seragam (pendapatnya),” tambahnya.

Sementara itu, Afi menyampaikan bahwa apa yang ia tulis merupakan sesuatu yang memang ingin ia sampaikan. Hal itu berangkat dari pengamatan sehari-harinya, termasuk dari pengalaman pribadi.

Dari beberapa tulisan yang Afi unggah, ia mengaku bahwa tulisan terakhirnya soal keberagaman terinspirasi dari kejadian saat ia bersama teman-temannya tidak toleransi terhadap teman lain yang memiliki keyakinan berbeda.

“Saya ingin menyampaikan pesan perdamaian kepada seluruh bangsa Indonesia. Kita ini sudah beragam sejak dulu. Jadi, tidak ada jalan lain selain saling menghormati,” lanjut Afi.

Bersamaan dengan itu, ia ingin tulisannya menjadi refleksi bagi diri sendiri dan orang lain yang membaca. Berkat tulisan-tulisan yang ia unggah, kini akun Facebook Afi sudah diikuti oleh 300.000 orang.

Jumlah pengikut sebanyak itu, kemudiann ia manfaatkan untuk semakin banyak menebarkan kedamaian melalui tulisan.

Menghadiri undangan

Obrolan santai menjadi agenda dari undangan Bupati pada Afi. Di sela-sela pertemuan itu, Anas juga menyempatkan diri untuk siaran langsung dalam akun Instagram-nya. Dalam konten yang dibuatnya itu, Anas berpesan untuk anak-anak muda mencari wawasan seluas-luasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama siswi SMA Afi Nihaya Faradisa yang tulisannya viral dan mendapat banyak pujian di Facebook.KOMPAS.com/FIRMAN ARIF Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama siswi SMA Afi Nihaya Faradisa yang tulisannya viral dan mendapat banyak pujian di Facebook.

“Teman-teman semua, lihatlah Afi. Dia datang dari Desa Gambiran yang jauh dari kota. Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk berbagi kebaikan dan berlaku positif,” ucap Anas.

Tak mau kalah, Afi pun turut memanfaatkan waktu pertemuan untuk ber-swafoto bersama Anas. Lalu, pertemuan dilanjutkan dengan sarapan bersama dengan menu Pecel Rawon.

Pertemuan diakhiri dengan pembicaraan tentang masa depan Afi. Kini, Afi tercatat baru lulus dari SMAN 1 Gambiran dan hendak melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi.

Sudah ada sejumlah perguruan tinggi swasta yang bersedia memberikan beasiswa untuk Afi. Namun, Anas berharap Afi  bisa masuk ke perguruan tinggi negeri agar ia dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat membantu penuh biaya kuliah termasuk biaya hidup dengan program Banyuwangi Cerdas. (KONTRIBUTOR BANYUWANGI/FIRMAN ARIF)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau