Kilas

Yuk Ngabuburit di Taman Makam Pahlawan Banyuwangi

Kompas.com - 20/06/2017, 17:10 WIB

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Menjelang petang, puluhan anak berkaos merah berjalan dengan sepatu rodanya. Pelindung lutut, siku, dan telapak tangan lengkap dipakai. Tak ketinggalan, helm untuk pelindung kepala. Sesekali ada yang saling menyalip. Tawa riang terdengar dari kerumuman yang terus bergerak itu. 

Anak-anak itu tergabung dalam Banyuwangi Inline Skate Activity (BISA). Komunitas ini diawali dengan bersepakatnya para orangtua yang anak-anaknya bermain sepatu roda untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Tujuannya supaya bisa mewadahi anak-anak dan merekrut anggota baru.

Anak-anak yang tergabung dalam BISA diarahkan untuk bermain sepatu roda dengan aman. Ruang terbuka hijau yang memang dapat dimanfaatkan masyarakat Banyuwangi menjadi tempat berlatih yang aman dan nyaman.  

Namun, sore itu anak-anak tak sekedar berlatih sepatu roda. Puluhan anak-anak berusia sekolah dasar itu juga membagikan takjil pada pengendara yang lewat di sekitar pemakaman.

Ketua BISA, Lutfi Rohman menjelaskan bahwa orangtua ingin mengajarkan pentingnya berbagi pada sesama di bulan ramadhan. Anak-anak bisa melakukan kegiatan sosial sambil tetap berlatih sepatu roda.

"Kami sengaja memilih berkegiatan di depan taman makam pahlawan karena lokasinya strategis. Di sini banyak orang melintas. Selain itu, trotoarnya bisa digunakan anak-anak untuk bermain sepatu roda," katanya.

Orangtua para anggota komunitas ikut mendampingi anak-anak yang tampak cekatan membagikan takjil. Mereka duduk di bangku trotoar yang tersedia di depan taman makam pahlawan sembari memperhatikan tingkah anak-anak.

Latihan rutin komunitas BISA dijadwalkan pada Minggu dan Kamis. Latihan tersebut bertujuan untuk mengembangkan kemampuan diri dan persiapan jika menghadapi kompetisi.

"Kami berlatih setiap Minggu pagi di depan Bank Mandiri bertepatan dengan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor. Selain itu, Kamis malam dan Minggu malam kami juga berlatih di Lapangan Volly Gasibu," lanjut Lutfi.

BISA hanyalah satu dari sekian komunitas yang menikmati senja di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria Banyuwangi. Selama bulan ramadhan, jumlah warga yang berkunjung ke pemakaman yang telah diresmikan sebagai ruang terbuka hijau itu meningkat.

Warga sekitar pemakaman memanfaatkan momentum bulan ramadhan untuk berdagang. Aneka makanan dan minuman yang digelar menarik orang untuk membelinya. Namun, di sisi lain pemakaman, ada juga orang-orang yang duduk berkumpul sekedar menghabiskan sore menunggu waktu berbuka puasa. Sejumlah keluarga muda membawa anak-anak untuk bermain di taman.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk menyediakan ruang terbuka hijau sebagai ruang untuk beraktivitas dan berinteraksi bagi masyarakat. Lebih dari seribu titik WiFi disediakan pemerintah bagi warganya. Termasuk, di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria ini. Tak heran, banyak orang yang betah berkegiatan di taman karena bisa menikmati fasilitas internet gratis. (KONTRIBUTOR BANYUWANGI/ FIRMAN ARIF)

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau