Ilustrasi. "Kami perlu meminta klarifikasi kepada Departemen Pendidikan Nasional mengapa nilai 17 siswa SMA dan 53 siswa SMK itu kosong," kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Syafruddin Pernyata di Kota Samarinda, Selasa (16/6).(DHONI SETIAWAN/KOMPAS.COM )