www.kompas.com
Ilustrasi: Menurut Suparman, pemerhati pendidikan, dilaksanakannya UN Pengganti merupakan perlakuan tidak adil terhadap siswa. Pelaksanaan "UN Ulang" ini, hanya untuk memuaskan kekuasaan politik tanpa mempertimbangkan aspek-aspek pedagogis.(DODDY VLADIMIR/TRIBUN PEKANBARU )