Pemimpin minoritas China Uighur, Rebiya Kadeer (kanan), yang juga Ketua Kongres Uighur Dunia, menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan Jepang yang menyambutnya ketika ia tiba di Bandara Narita, di luar kota Tokyo, Jepang, Selasa (28/7). Kunjungan Rebiya ini menyulut rasa kecewa Pemerintah China yang menganggap Rebiya sebagai seorang "kriminal".(AFP/TOSHIFUMI KITAMURA)