Muslim (50), bersama tujuh orang warga Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, menjahit mulut sebagai bentuk protes di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/12/2011). Warga memprotes dan menolak kegiatan PT Riau Andalan Pulp and Paper di Pulau Padang karena mereka nilai mengancam kelangsungan hidup mereka sebab terjadi pembabatan hutan, pembuatan kanal-kanal yang dapat meningkatkan abrasi sehingga pulau terluar Indonesia itu terancam tenggelam.(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN )