Kembali ke artikel
1
dari 3
Layar Penuh
Anak-anak duduk di depan tenda pengungsian di lokasi terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur. Kepadatan hunian sementara dan minimnya sekat privasi meningkatkan risiko kekerasan terhadap perempuan dan anak.
(Dok. Plan Indonesia)