BOJONEGORO, KOMPAS – Genangan air di sejumlah wilayah perkotaan di Bojonegoro Jumat (4/1) mulai surut. Tetapi air Bengawan Solo mulai naik lagi sejak pukul 12.00 dan warga Bojonegoro tetap harus mewaspadai adanya banjir susulan. Sebab tanggul-tangul yang jebol hingga kini belum selesai diperbaiki.
Pantauan di sejumlah ruas jalan yang tergenang air sudah mulai surut hanya di Jalan Panglima Sudirman ketinggian air masih mencapai 150 sentimeter (cm). Di Jalan Panglima Diponegoro kini tinggal sekitar 60 cm, Jalan Dr Sutomo tinggal 40 cm-50 cm.
Di Jalan WR Soepratman sekitar 90 cm, Jalan Basuki Rachmat 60 cm, Jalan Rajawali 50 cm serta Jalan Dr Cipto 40 cm. Jalur utama Bojonegoro-Cepu, Bojonegoro-Nganjuk- Bojonegoro-Tuban, Bojonegoro-Surabaya sudah normal.
Sejumlah pertokoan dan dealer di di Jalan Untung Suropati, Jalan Gajahmada mulai buka meskipun masih bersih-bersih. Sejumlah pegawai dealer sepeda motor membersihkan sepeda dan lantai yang terkena luapan Bengawan Solo beberapa hari lalu.
Namun hasil pantauan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro menunjukkan Bengawan Solo mulai naik lagi. Pada papan pantau di Karangnongko Ngraho pukul 06.00 masih 26,70, tetapi pukul 09.00 naik menjadi 27.58, pukul 12.00 (28.00) dan pukul 15.00 sudah 28.25).
Sedangkan pada papan pantau di Bojonegoro Kota menunjukkan pukul 15.00 sudah menunjukkan angka 14,02 atau Siaga II padahal pukul 09.00 baru 13,82. Bahkan pada pukul 09.00 sempat turun 13,76 dari pukul 06.00(13,81). Oleh karena itu warga Bojonegoro tetap harus waspada.
Koordinator Pengendalian dan Pengamanan BPSDA Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mulyono mengatakan pihaknya sudah mengantisisipasi penangananan darurat jika ada banir susulan dengan memperbaiki sejumlah tanggul yang jebol dan rusak. “Kami juga terus memantau sejumlah titik rawan,” katanya.
Menurut Mulyono genangan air di wilayah perkotaan bisa turun secara gravitasi. Namun ada sejumlah tempat yang mengantung sehingga perlu dipompa ke Bengawan Solo. Saat ini ada tiga pompa di Bojogoro dari Kementerian Pekerjaan Umum, Provinsi Jawa Timur dan BPSDA Pusat.
Pompa air dengan kapasitas 150 liter per detik itu akan disiagakan di Karangpacar dan daerah antara Bengawan dan tangggul seperti Kauman dan Ledokkulon. Ada juga satu pompa bersifat mobile atau keliling d wilayah-wilayah yang tergenang air parah.
Hingga saat ini meskipun air sudah surut desa-desa di sejumlah kecamatan masih tergenang. Di Kecamatan Kalitidu ada sembilan desa diantaranya Cengungklung, Sudu dan Mojo. Di Bojonegoro kota ada 13 dsea diantaranya Mojokampung, Kadipaten, Klangon, Karangpacar, Ledokkulon dan Kauman. Bahkan di Ngoworejo genangan masih 80 persen.
Di Balen masih empat desa tergenang diantaranya Seruni, dan Mulyorejo. Di Kapas ada tujuh desa yakni Kalangan, Bakalan, Sambiroto, Ngampel, Sukowati, Bego dan Tuikusan. Di Kecamatan Baureno diantaranya Desa Paucangarum, Kadungrejo, Lebaksari, Tanggungan masih tergenang.
Sejumlah warga di Kanor masih membutuhkan bantuan logistik. KINi pengungsi di Kanor masih bertahan. Di Kanor masih ada 17 desa diantaranya Tambakrejo, Semambung, Kanor, Kabalan, Sarangan dan Simorejo.
Di Lamongan dan Gresik air juga mulai surut. Di Babat pada puku 15.00 sudah menunjukan angka 7.50 dari 7,55 sedang di Plangwot Laren turun dari 5,27 menjadi 5,08. “Namun kami mewaspadai tanggul jebol di Tegalrejo dan Tegalsari Widang Kabupaten Tuban,”kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Lamongan Aries Wibawa.
Pengungsi pun sudah mulai kembali ke rumah kini tinggal di Laren sebanyak 7.160 jiwa dan di Babat 364 jiwa. “Sebagian besar malah sudah bersih-bersih di rumah, namun tanda-tenda masih ada di pengungsian,” kata Aries.
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah telah menyerahkan 2.500 sarung dan uan tunai Rp 100 juta kepada korbna banjir di Lamongan. Bachtiar juga menyerahkan bantuan serupa di Bojonegoro, Tuban dan Gresik.
Di Gresik luapan Bengawan Solo juga surut, jalan dan rumah yang sebelumnya terendam kini sebagian sudah tida terendam. Kepala Bagian Humas Kabupaten Gresik Mighfar Syukur pemkab akan mendata rumah yang rusak.
Di Tuban kondisi luapan Bengawan Solo khususnya di Kecamatan Widang semakin parah. Padahal wilayah Kecamatan Soko, Rengel parengan mulai surut. Tetapi karena ada tanggul jebol di Tegalrejo dan Tegalsari kini 14 desa di Widang terendam. Bahkan kini luapan Bengawan Solo juga meluber ke wilayah Parengan.
Camat Tuban Bambang Dwijono menuturkan kini hanya tinggal dua desa yang belum terganang yakni Mino dan Sumberejo saja. “Secara umum wilayah Widang habis Mas,” kata Bambang.
Bahkan jebolnya tanggu di Widang menyebabkan jalur nasional Surabaya-Jakarta putus. Genangan air dengan ketinggian hingga 50 cm khususnya di Dusun Temas mencapai sepanjang 500 meter. Selain itu terpisah-pisah ada genangan lagi sepanjang 20 meter, 30 meter atau hanya 100 meter seperti di Dusun Kuwu dan Temangkar. Kantor kecamatan Widang pun tergenang.
Warga Widang Tuban Khoirul Huda mengatakan saat ini warga butuh makanan siap santap. Ketinggian air di rumah rata-rata sudah mencapai 2 meter. Desa Tegalrejo, Tegalsari, Kedungharjo, Simorejo, Mlangi sudah terendam sebelumnya. (ACI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang