PATI, SABTU - Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus yang terkena banjir berharap bantuan makanan, karena sejak beberapa hari ini belum ada bantuan makanan maupun dapur umum.
Banjir yang melanda Gabus akibat luapan air dari Sungai Juwana hingga kini belum surut dan masih menggenangi pemukiman dan pekarangan warga, kata Sukiman, Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Gabus, Sabtu (5/1). Banjir itu sudah menggenangi jalan desa antara 60 cm hingga 3 meter.
Sementara itu, sekitar rumah-rumah yang didiami 2.763 jiwa sudah terendam air. Ketinggian air di Bliteng mencapai satu meter dan di Banjarsari mencapai 60 cm.
Saat ini, pihaknya sedang menunggu pendirian posko bencana. Rencananya tenda darurat yang didapatkan dari Kantor Kesbanglimas akan didirikan di tepi jembatan Ngantru. "Kemarin kami mengusulkan tenda dipasang dan digunakan untuk semua warga terutama yang sudah tua dan anak-anak," katanya.
Posko akan tersebar di ujung-ujung desa dan dijaga warga yang tidak mau diungsikan karena harus menjaga rumah yang ditinggalkan.
Desa itu mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pati berupa 2.500 kilogram beras dan 162 dus mi, sedangkan bantuan Badan Koordinasi Wilayah I Jateng (Bakorwil) sebanyak 2.150 kilogram beras.
"Bantuan itu sudah saya bagikan, tiap keluarga mendapat 6 kilo beras dan delapan bungkus mi instan. Jadi bantuan tersebut sudah habis karena sudah satu minggu," katanya.
Dia berharap, adanya bantuan beras, mi, minyak goreng, dan minyak tanah untuk keperluan dapur umum. Bantuan itu sangat dibutuhkan karena kebanyakan warga desa ini petani dan buruh tani. "Kalau musim banjir ini mereka sudah tidak bisa apa-apa, tanamannya sudah puso," katanya.(ANT/SAS)