SAMBAS, KOMPAS - Curah hujan yang cukup tinggi dalam lima hari terakhir mengakibatkan bencana banjir di tujuh dari 19 kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Di wilayah yang berada sekitar 220 km sebelah barat laut Kota Pontianak, hingga Sabtu (5/1) tercatat lebih dari 1.000 rumah yang dihuni 2.138 keluarga atau 12.185 jiwa, tergenang banjir dengan ketinggian 15-200 cm.
Banjir paling parah melanda Kecamatan Teluk Keramat. Di kecamatan itu, 985 rumah yang dihuni 2.356 jiwa di enam desa tergenang banjir hingga hampir 2 meter. Desa yang tergenang meliputi Desa Teja, Kampung Keramat, Lela, Samustida, Teluk Kembang, dan Mekar Sekuntum.
Di Kecamatan Selakau, banjir menggenangi sekitar 86 rumah yang dihuni 363 jiwa di Desa Gayung Bersambut dengan ketinggian hingga 15 cm. Di Kecamatan Selakau Timur, banjir menggenangi tiga desa dengan ketinggian hingga 15 cm. Di sana sekitar 63 rumah yang dihuni 290 jiwa di Desa Selakau Tua, 43 rumah yang dihuni 290 jiwa di Desa Buduk Sempadan, dan 3 rumah di yang dihuni 18 jiwa di Desa Serangga terendam banjir.
Banjir cukup parah juga melanda tiga desa di Kecamatan Galing dengan ketinggian hingga satu meter. Di kecamatan itu sekitar 263 rumah yang dihuni 1.180 jiwa di Desa Sijang, 95 rumah yang dihuni 432 jiwa di Desa TRi Gadu, serta 161 rumah di yang dihuni 518 jiwa di Desa Tempapan Hulu terendam banjir.
Dua desa di Kecamatan Sejangkung, yakni Desa Semangak dan Desa Senujuh malah terendam banjir setinggi 1,5 meter. Sekitar 120 rumah yang dihuni 566 jiwa di Desa Semangak dan 302 rumah yang dihuni 1.670 jiwa di Desa Senujuh terendam banjir. Tercatat ada 8 ibu hamil dan 21 bayi membutuhkan perhatian khusus. Selain itu 43 korban banjir mulai terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akur (ISPA) berobat ke puskesmas terdekat.
Wakil Bupati Sambas yang juga Ketua Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Sambas Djuliarti Djuharti Alwi mengatakan, banjir tahunan kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, banjir justru melanda di wilayah yang sebelumnya tidak pernah diterjang banjir. Sebagian dari wilayah itu mendapat kiriman banjir akibat meluapnya Sungai Selakau yang berhulu di Kabupaten Bengkayang.
"Kami berharap pemerintah Provinsi Kalbar segera mengoordinasikan normalisasi perbaikan daerah aliran sungai yang lintas kabupaten untuk penanggulangan bencana banjir," katanya.
Ekonomi Terganggu
Banjir mengakibatkan aktivitas perekonomian di sejumlah daerah terganggu. Di Kecamatan Teluk Kramat, sekitar 411 hektar tanaman padi siap panen dipastikan mengalami puso karena terendam banjir. Sejumlah 158 ternak ayam dilaporkan mati karena banjir. Selain itu sekitar 4.073 hektar kebun karet milik rakyat, sementara ini tidak bisa ditoreh, juga karena terendam banjir.
Selain itu, gelombang pasang air laut tinggi melanda empat desa pesisir pantai di dua kecamatan, yakni Desa Sarang Burung Danau di Kecamatan Jawai serta Desa Sematak, Simpang Empat, dan Pancur di Kecamatan Tangaran. Di desa itu puluhan nelayan tidak berani melaut.
Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat sekaligus Sekretaris Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Sambas Arsyad menyatakan, dari sekitar 20 ton beras yang disediakan untuk membantu korban banjir, hingga saat ini sudah disalurkan 18 ton. Bantuan lain yang disalurkan bagi korban banjir berupa obat-obatan, pakaian layak pakai, dan mie instan.
Menurut Djuliarti, anggaran Kabupaten Sambas untuk penanggulangan bencana pada tahun ini mencapai Rp 600 juta. Dana ini masih mencukupi karena intensitas bencana tidak separah tahun sebelumnya.
Pantauan Kompas, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Sambas sejak Jumat malam. Sejauh ini warga belum mengungsi dan bertahan di pangung yang mereka buat di dalam rumah.(WHY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang