"NAGABONAR" Si Naga yang Kian Kinclong

Kompas.com - 05/01/2008, 16:55 WIB

DES MOINES, KAMIS - Kandidat unggulan presiden Amerika Serikat dari kubu Demokrat, Hillary Clinton, berpotensi kalah dalam kaukus di Iowa, Kamis (3/1). Jajak pendapat Reuters/C-SPAN/Zogby yang dikeluarkan hari Kamis memperlihatkan peraihan Obama naik menjadi 31 persen, unggul empat poin dari John Edwards, dengan Hillary merosot ke tempat ketiga dengan 24 persen.

Di kubu Republik, Mike Huckabee bersaing ketat dengan Mitt Romney, sedangkan Fred Thompson di tempat ketiga. Huckabee memperlebar jarak keunggulan atas Romney dengan 31 persen berbanding 25 persen. Thompson memperoleh 11 persen.

Para pemilih di Iowa akhirnya akan memberi bentuk pada pertarungan menuju pemilihan presiden AS dalam sebuah ritual kaukus yang berakar pada tradisi ratusan tahun aktivisme politik. Para bakal calon mengharapkan kaukus tersebut akan memberi momentum menuju nominasi partai.

Kaukus Iowa, yang ditandai dengan pertemuan simultan yang diadakan di 1.800 kelurahan di seluruh Negara Bagian Iowa, merupakan proses menyeleksi utusan ke konvensi nasional partai untuk menominasi presiden pada Agustus dan September.

Iowa menjadi lokasi kontes pertama yang sangat penting dalam menentukan kandidat yang akan menjadi wakil dari Partai Demokrat dan Republik dalam pemilu presiden pada 4 November 2008.

Sebuah kemenangan atau setidaknya hasil yang lebih baik dibandingkan yang diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya popularitas dan liputan media. Selanjutnya, hal tersebut juga mendatangkan lebih banyak sumbangan dana kampanye dan dorongan momentum bagi kaukus mendatang.

Hasil yang buruk di Iowa dan di New Hampshire pada 8 Januari nanti bisa membuat sebagian kandidat tahu diri dan mundur dari kontes.

Sampai hari Rabu, para kandidat dari Demokrat maupun Republik menjelajahi seluruh Iowa. Mereka cenderung berkampanye agar para pendukung mendatangi lokasi kaukus. Partisipasi pemilih diharapkan melebihi partisipasi tahun 2004, yaitu 124.000 pendukung Demokrat dan 87.000 pendukung Republik.

Para pemilih harus menerjang suhu yang membekukan, 7 derajat Celsius di bawah nol, pada pukul 19.00-20.00 waktu setempat untuk memberikan suara.

Hingga detik terakhir, para kandidat masih berupaya menarik pemilih kaukus dan menambah jumlah partisipan. "Setelah seluruh rapat dan kampanye usai, kini menunggu siapa yang siap menjadi presiden dan siap pula memecahkan tantangan-tantangan besar yang dihadapi di hari pertama," kata Hillary. 

"Saya akan membawa suara Anda ke Gedung Putih dan saya akan berjuang bagi Anda setiap saat saya berada di sana (Gedung Putih)," kata Obama.

Sebuah survei menunjukkan, sekitar seperempat pemilih di Iowa belum menentukan pilihan mereka hingga hari pemilihan. Mereka juga menyatakan bisa beralih kandidat.

Seorang kandidat presiden harus mendapatkan 15 persen suara pada setiap kaukus agar bisa tetap mengikuti kontes. Jika tidak, pendukungnya bisa saja beralih pilihan ke kandidat lain.

Diperkirakan, pemilih kaukus Iowa dari kubu Demokrat lebih banyak. "Dari telepon yang kami terima selama ini, sepertinya kaukus Demokrat akan kebanjiran pemilih," kata Richard Bauer, pengawas pemilu di Scott County (kabupaten), Iowa.(AP/AFP/REUTERS/DI/FRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau