Haryono Suyono: 40 Dokter Rawat Soeharto

Kompas.com - 07/01/2008, 08:00 WIB

JAKARTA, KCM - Sebanyak 40 dokter merawat Mantan Presiden Soeharto di RS Pusat Pertamina, Jakarta. Hal itu dikatakan mantan kepala BKKBN, Haryono Suyono seusai menjenguk mantan pemimpinnya selama 4 jam, Sabtu (5/1). Haryono menjenguk SOeharto sejak pukul  08.15 WIB dan baru meninggalkan RSPP sekitar pukul 12.15 WIB.

"Saya terharu melihat dokter-dokter yang merawatnya. Selain memberikan kontribusinya secara profesional mereka juga menunjukkan kasih sayangnya. Kita juga patut meneladani, karena Pak Harto masih percaya dengan dokter-dokter Indonesia," kata Haryono.

Menurut Haryono, Soeharto masih dapat berkomunikasi dan menyampaikan rasa harunya atas kunjungan Presiden dan Ibu Negara. "Pak Harto sangat terharu dijenguk Presiden dan Ibu. Tadi di dalam turut mendampingi Beliau, empat anaknya. Ada Tutut, Titik, Mamik, dan Sigit. Tommy udah pagi tadi, Bambang baru giliran malam nanti," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier yang keluar bersama Haryono mengatakan, "Kita berdoa sajalah, karena kondisi beliau sudah kritis," katanya.

Selain Haryono dan Fuad, turut menjenguk pula mantan Menteri Koperasi Soebiakto Tjakrawerdaya. Tak lama kemudian cucu Soeharto, Enno Sigit dan istri Ary Sigit, Rika Callebout tiba di RSPP bersama seorang wanita setengah baya dan seorang pria. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau