Soeharto Tidak Akan Dibawa ke Luar Negeri

Kompas.com - 07/01/2008, 08:30 WIB

JAKARTA, KCM - Meskipun perkembangan kesehatan Mantan Presiden Soeharto tidak menunjukkan kemajuan berarti, Tim Dokter Kepresidenan memastikan Soeharto akan tetap dirawat di Indonesia.

Anggota Tim Dokter Kepresidenan dr. Djoko Rahardjo mengungkapkan pihak keluarga menyatakan Soeharto tak akan dibawa ke luar negeri. "Sudah ada kepastian dari keluarga, Bapak (Soeharto,red) tidak akan dibawa ke luar negeri, karena beliau cukup percaya dengan dokter-dokter kita," jelas Djoko, Sabtu (5/1), di Jakarta.

Djoko juga mengatakan, tim dokter kepresidenan yang merawat Soeharto juga diperkuat oleh sejumlah ahli jantung, ginjal dan pencernaan dari RS Jantung Harapan Kita, RS Medistra dan RS  Cipto Mangunkusumo.

Tim dokter akan melakukan terapi sulih untuk menggantikan fungsi cairan. Sementara, jika terjadi gagal ginjal maka dokter akan melakukan cuci darah. Namun,  masih melihat perkembangan fisiknya. Selain itu, dokter juga akan menambah alat pacu jantung jika Soeharto mengalami gagal jantung.

Djoko menegaskan, belum terjadi kegagalan pada fungsi tubuh (organ failure) mantan penguasa orde baru itu. Tapi, jika dibandingkan riwayat sakit sebelumnya, kondisi Soeharto saat ini dikatakannya yang paling parah. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau