CILACAP, SENIN - PLTU Cilacap yang berhenti operasional sejak Kamis (3/1) akibat keterlambatan pasokan batu bara dari Kalimantan, diperkirakan akan beroperasi kembali pekan ini.
"Berdasarkan informasi terakhir, kapal tongkang baru akan sampai Kamis (10/1) mendatang. Mudah-mudahan semuanya bisa sesuai rencana," kata salah seorang manager PLTU Cilacap, Sutikno, Senin.
Pasokan batu bara yang rencananya datang Selasa (8/1), setelah dilakukan pengecekan pada hari ini ternyata kapal belum akan tiba di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
Sebelumnya, Sutikno memastikan pasokan batu bara untuk PLTU Cilacap datang pada 5 Januari, namun hingga hari ini tongkang pengangkutnya belum tiba di Cilacap.
Menurut dia, meski pasokan batu bara telah datang, PLTU tidak bisa langsung dioperasionalkan lantaran untuk menjalankan dua unit turbin yang masing-masing berkapasitas 300 MW, membutuhkan waktu sekitar delapan jam.
"Meskipun tongkang batu bara datang, PLTU tidak serta merta bisa dioperasikan karena butuh pemanasan mesin," katanya. Terkait dengan pasokan listrik untuk jaringan interkoneksi Jawa-Bali, dia mengatakan, hingga saat ini jaringan tersebut belum ada pengaruh yang signifikan.
Menurut dia, kapasitas listrik yang dihasilkan PLTU Cilacap sebesar 600 MW sementara untuk jaringan Jawa-Bali sebesar 15.000 MW.
Meski tidak beroperasi, pihaknya tetap melakukan pemeliharaan terhadap mesin-mesin di PLTU. (ANT/ABI)