SERANG, KOMPAS - Ratusan siswa Sekolah Dasar Inpres Sukamaju di Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, Senin (7/1) pagi, terpaksa belajar bergantian, karena salah satu ruang kelas mereka ambruk pada saat libur tahun baru lalu.
Selain ruang kelas yang ambruk, sebuah ruang kelas yang berada di sebelahnya juga tak digunakan lagi. Para guru dan siswa takut, ruang kelas akan ikut ambruk. Sehingga saat ini, hanya tiga ruang kelas yang bisa digunakan untuk belajar secara bergantian. Itupun kondisinya sudah rusak parah, karena atap bangunan sudah bocor.
Ratusan siswa kelas satu, dua, dan lima belajar bergantian menggunakan sebuah ruang kelas yang masih digunakan. Kelas satu belajar dari pukul 07.15-09.00, kelas dua pukul 09.00-10.15, dan kelas tiga pukul 10.15-12.30. Begitu pula puluhan siswa kelas tiga dan empat, harus belajar bergantian di satu ruangan lainnya.
Wakil Kepala SD Inpres Sukamaju, Rumsini mengatakan, kondisi itu menyebabkan kegiatan belajar mengajar tidak efektif. Karena itu, dia berharap Pemerintah Kabupaten Serang segera memperbaiki ruang kelas di SD tersebut. Sebab semenjak didirikan pada tahun 1976, bangunan SD belum pernah diperbaiki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang