JAKARTA, KCM- Harga beras untuk masyarakat miskin (raskin) di DKI Jakarta untuk tahun 2008 naik sebesar 60 persen, dari Rp 1.000 per kilogram menjadi Rp 1.600 per kilogram. Namun, kenaikan harga ini pun tidak terlalu mengurangi beban subsidi yang ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto di Balai Kota, Rabu (9/1) mengungkapkan, beban subsidi pemprov tetap besar. Dengan harga riil Rp 4.800 per kilogram maka beban subdisi per kilogram mencapai Rp 3.200.
Sementara itu, Prijanto juga mengatakan alokasi raskin 2008 hanya akan dibagikan untuk 10 bulan. Hal ini karena ada dua kali masa panen dalam setahun -April dan Oktober- sehingga harga gabah bisa diamankan. "Jadi raskin ini akan dibagikan untuk 10 bulan saja. Dua bulan itu untuk mengantisipasi dalam satu tahun itu ada dua kali panen, sehingga harga gabah bisa diamankan," kata Prijanto.
Volume beras miskin yang sudah mulai dialokasikan sejak hari ini menurun 3,8 persen, yaitu sekira 191.220 kilogram. Tahun ini alokasi raskin berjumlah 16.472.000 kilogram. Sedangkan pada tahun 2007 berjumlah 16.663.220 kilogram. Prijanto mengasumsikan penurunan angka raskin ini berhubungan dengan penurunan jumlah rumah tangga miskin di Jakarta. Pada tahun 2008 jumlah keluarga miskin di Jakarta yang akan menerima raskin adalah 160.480.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang