TEGAL, KOMPAS- Minyak tanah semakin sulit diperoleh di Kota Tegal. Selain terjadi antrian di mana-mana, harga minyak tanah di pedagang eceran sangat tinggi. Sejumlah pedagang makanan kecil di sana mengeluh terancam gulung tikar akibat kelangkaan tersebut.
Dian Hardianto (31), pedagang roti bakar di Kawasan Alun-alun Kota Tegal, Kamis (10/1) mengatakan, kesulitan minyak tanah sudah berlangsung lebih dari dua minggu. Namun semakin parah terjadi dalam satu minggu terakhir.
Untuk mendapatkan minyak tanah, ia harus mencari ke sejumlah pengecer di wilayah Kota Tegal. Itu pun tidak setiap hari dapat diperoleh. Selain itu, harganya juga mahal, mencapai Rp 3.500 per liter. Bahkan meskipun sudah membeli dengan harga mahal, minyak tanah yang diperoleh sedikit, hanya sekitar lima liter.
Padahal, selama ini ia sangat membutuhkan minyak tanah untuk kelangsungan usahanya. Dalam sehari, ia membutuhkan dua liter minyak tanah untuk membuat roti dan pisang bakar, serta memasak air.
Apabila tidak mendapatkan minyak tanah, ia terpaksa harus berhenti berjualan. Akibatnya, ia kehilangan keuntungan sekitar Rp 20.000 per hari. Apabila hal itu terus berlanjut, usahanya terancam tutup,
Dian mengatakan, sebagai pedagang kecil ia tidak dapat mengandalkan bahan bakar lain, seperti gas dan kayu bakar. Harga kayu bakar lebih mahal dari pada minyak tanah. Pemakaian kayu bakar seharga Rp 4.000 hanya setara dengan pemakaian minyak tanah satu liter.
Sementara meskipun harga gas lebih murah daripada minyak tanah, jenis bahan bakar tersebut tidak dapat dibeli secara eceran. Sebagai pedagang kecil, ia tidak mampu menjangkaunya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang