JAKARTA, KCM - Anggota tim dokter kepresidenan Djoko Rahardjo mengatakan bahwa tim dokter belum dapat memasang CRT atau alat pacu jantung untuk Soeharto. Hal itu disebabkan masih adanya cairan di tubuh Soeharto.
Ketika dicegat wartawan di lift 5 bagian belakang Gedung B RSPP, Kamis (10/1) pukul 19.25, Djoko juga menyebutkan bahwa tekanan darah Soeharto berkisar 110/60 mmHg. Dokter juga masih melakukan penyedotan cairan dalam tubuh mantan penguasa orde baru tersebut.
Djoko menolak memberikan keterangan lebih lanjut karena hal itu masih akan dirapatkan dengan tim dokter kepresidenan malam ini.
Sebelumnya, kira-kira pukul 18.50, mantan Ketua Partai Golkar Akbar Tandjung mengunjungi RSPP melalui lift yang sama. Akbar tampak mengenakan kemeja lengan panjang warna biru dan celana hitam. Ia tidak berbicara sepatah kata pun kepada wartawan dan langsung masuk ke dalam lift.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang