Jatah Seleknas Bulu Tangkis Dipastikan

Kompas.com - 10/01/2008, 21:01 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Jatah atlet yang dapat lolos di ajang seleksi nasional untuk memilih atlet-atlet bulu tangkis muda guna dimasukkan ke program pelatnas dipastikan untuk kelompok tunggal putra dan putri.  Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan Daerah PB PBSI, Yacob Rusdianto, Kamis (10/1) menyebutkan untuk tunggal putra ditetapkan ada 12 tempat dan untuk tunggal putri ada 14 posisi yang ditawarkan. “Masih juga ada ganda putra dan ganda putri. Besok (hari ini) akan dicarikan daftar (nama) kepastiannya yang sudah disetujui oleh Binpres PBSI,” kata Yacob.

Sementara itu pada hari yang sama, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PBSI Jatim, Ferry Stewart, mengaku kecewa dengan penetapan kabijakan daftar tunggu (waiting list) pada sejumlah pebulu tangkis untuk ikut seleknas. “Waiting list ini adalah istilah yang lucu, setelah sebelumnya ada program pemagangan. Kenapa hanya dibatasi 12 tempat untuk kelompok tunggal putra misalnya, jika ada 15 hingga 20 pemain kenapa tidak disertakan saja semuanya,” keluh Ferry.

Ia menyebutkan, dari Jatim terdapat nama Setiyo Widiharto yang masuk dalam daftar tunggu untuk mengikuti seleknas tersebut. Sementara atlet Jatim yang mengikuti seleknas, sementara ini hanya dipastikan oleh M. Andrian Permana. “Untuk pebulu tangkis yang masuk waiting list ada empat hingga lima pemain (di kelompok tunggal putra),” papar Ferry. Menurut Ferry, proses seleknas akan lebih memenuhi asas keadilan jika semua pebulu tangkis berpotensi bisa disertakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau