Bush Sempatkan Diri Ziarah di Bethlehem

Kompas.com - 10/01/2008, 22:37 WIB

BETHLEHEM, KAMIS - Terlepas dari kunjungan dinas resminya, Presiden Amerika Serikat George W. Bush menyempatkan diri berziarah ke tempat-tempat suci bagi umat Nasrani. Di bawah pengawalan keamanan ketat, Presiden George W.Bush mengunjungi tempat kelahiran Yesus Kristus di Bethlehem, Tepi Barat.

Presiden Bush tiba di tempat ini dengan menumpangi helikopter sebelum diantar ke Gereja Nativity, yang pernah menjadi tempat kelahiran Kristus, melalui perjalanan darat. "Bagi mereka umat Nasrani, tidak ada tempat yang lebih suci selain tempat kelahiran juru selamat," tutur Bush saat beranjak keluar Gereja Nativity.

Ribuan personil pasukan keamanan Palestina dikerahkan di seluruh kota Bethlehem, Tepi Barat dan menutup seluruh jalan utama yang menuju ke Gereja Nativity. Penembak jitu nampak berpatroli di atas gereja serta di beberapa gedung sekitarnya saat Bush berada di gereja tersebut dalam waktu kurang dari 1 jam.

"Bush datang ke Bethlehem, semua toko dipaksa tutup, kami akhirnya tidak bisa berdagang," tutur Alaa, seorang perempuan (26) yang berkerja di restoran dekat Lapangan Manger atau di depan Gereja Nativity. Seperti pedagang lainnya di lokasi tersebut, Alaa diperintahkan aparat keamanan Palestina agar meninggalkan lokasi kerjanya menjelang kedatangan Presiden Bush. (AFP/JIM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau