Korban Pelanggaran HAM:Adili Soeharto

Kompas.com - 11/01/2008, 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS-Perwakilan korban pelanggaran hak asasi manusia masa lalu membesuk mantan penguasa orde baru Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (11/1) siang. Mereka adalah korban sejumlah kasus kekerasan yang terjadi semasa Soeharto memerintah negara.

Kunjungan para korban pelanggaran HAM tersebut didampingi oleh sejumlah aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Para korban yang datang diantaranya adalah korban tudingan PKI Tahun 1965, Tanjung Priok, dan penculikan aktivis 1998. Ada pula korban kasus Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II.

"Sebagai bangsa Indonesia kami turut bersimpati dan berdoa atas kesembuhan Pak Harto. Tak Ada dendam, tapi kami juga menuntut agar Soeharto tetap diadili," kata Sumarsih, ibunda BR Norma Irmawan alias Wawan yang menjadi korban kerusuhan Semanggi I.

"Jangan sampai sakitnya Soeharto atas nama kemanusiaan dijadikan alasan penghentian proses hukum," tambah koordinator aksi Yati Andriani.

Para korban kekerasan berharap dapat menemui Soeharto atau keluarganya. Namun ternyata mereka tidak diizinkan menemui Soeharto. Akibatnya, mereka hanya menyerahkan karangan bunga melalui petugas RSPP bertuliskan semoga lekas sembuh. Karangan bunga diserahkan Evie Indriani, keluarga korban HAM 1965

Sebelum menyerahkan karangan bunga, para korban pelanggaran HAM sempat membentangkan poster dengan tuntutan tunggal 'Adili Soeharto'. Mereka juga menyayangkan sikap sejumlah kalangan yang meminta agar Soeharto dimaafkan saja. (MZW/DIV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau