Korban Lumpur Terpaksa Jualan Kue

Kompas.com - 11/01/2008, 14:10 WIB

Laporan wartawan Kompas Antonius Ponco Anggoro

SIDOARJO,KOMPAS - Korban lumpur Lapindo yang merupakan warga yang pernah mengontrak di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera 1, Tanggulangin, Sidoarjo terpaksa berjualan kue di pintu keluar tol di Porong, Sidoarjo, Jumat (11/1). Hal ini dilakukan karena sampai sekarang mereka belum mendapatkan pekerjaan setelah usaha mereka di rumah kontrakan terendam lumpur.

Sedikitnya 10 warga pengontrak itu menjajakan kue di dalam dus kecil dengan harga Rp 5.000 per dus kepada pengguna jalan yang melintas. Mereka menyiapkan 100 dus kue. Pembuatan kue ini dilakukan Kamis (10/1) malam, ada 30 orang yang ikut berusaha kue itu di mana masing-masing orang menyumbangkan Rp 10.000.

Seger, salah satu perwakilan warga pengontrak, mengatakan, hal ini dilakukan untuk memperlihatkan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa masalah sosial yang timbul di Porong sebagai akibat menyemburnya lumpur di Porong belum tuntas. 

"Masih banyak warga yang menganggur dan sampai sekarang menggantungkan kehidupannya ke orang lain. Kami berharap dengan apa yang kita lakukan ini ada langkah konkrit dari pemerintah untuk mengatasi pengangguran yang timbul akibat semburan lumpur di Porong," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau