Amien: Soeharto Perlu Hukum Istimewa

Kompas.com - 11/01/2008, 14:38 WIB

PADANG, JUMAT - Amien Rais, mantan Ketua MPR RI, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan terobosan hukum istimewa bagi mantan Presiden RI, Soeharto. Terobosan itu bermuara pada pengampunan terhadap penguasa Orde Baru tersebut.

Hukum istimewa itu muaranya Soeharto diminta mengembalikan semua kekayaan yang tidak legal, seperti mungkin tanah peternakan Tapos dan mungkin Bukit Soeharto di Kalimantan Timur. "Setelah itu, kemudian diberikan pengampunan," kata Amien.

Hal itu disampaikan Amien Rais usai menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1429 H, menanggapi kondisi kesehatan Soeharto dan tuntutan pengadilan hukum terhadapnya.

Menurut Amien, setelah hukum istimewa, lalu semua tentang Soeharto dinyatakan "tutup buku" dan kemudian semua melihat ke depan.Ia mengatakan, Presiden Yudhoyono sedang diuji kepemimpinannya terkait kondisi Soeharto.

"Jangan hanya rapat-rapat kabinet, tapi harus diputuskan, ini berlomba dengan waktu. Tanpa mendahului takdir Tuhan, orang seusia 86 tahun (Soeharto, red) memang sudah rapuh sekali. Jadi orang yang sehat, berpikir rasional dan beriman kepada Allah , masalah ini harus segera dipecahkan," katanya.

Amien menambahkan, tidak ingin menggurui, tapi Yudhoyono sebagai Presiden RI harus mengambil keputusan, jangan maju-mundur dan jangan ragu-ragu.

Cara menolong Soeharto yang pernah menjadi Presiden RI selama 32 tahun, kata Amien, adalah dengan membuat keputusan yang mungkin pro-kontra dan kontroversial, tapi harus diambil sehingga sama-sama enaknya.

Menurut dia, kalau sudah kondisinya seperti itu, maka ada pertimbangan yang lebih tinggi dari hukum. "Saya melihat di berbagai media massa, ahli hukum berdebat soal pidana dan perdata tentang Soeharto. Sampai membosankan, karena pendapatnya berwarna-warni sehingga membuat kita agak bingung," katanya.(ANT/ABI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau