Serena Terinspirasi Davenport

Kompas.com - 13/01/2008, 07:21 WIB

MELBOURNE, MINGGU- Lindsay Davenport menjadi model dan inspirator bagi Serena Williams. Apa pasal?

Davenport yang merupakan mantan petenis nomor satu dunia sekaligus juara Australia Terbuka 2000 sempat istirahat panjang. Bulan Juni lalu, dia melahirkan putra pertamanya, Jagger.

Empat bulan berselang, tepatnya September 2007, Davenport melakukan comeback. Tapi prestasinya langsung melejit.

Pekan lalu, Davenport baru saja menyabet trofi di Auckland, Selandia Baru. Ini adalah trofi ketiganya dari empat turnamen yang diikuti pascamelahirkan.

Melihat apa yang diperlihatkan Davenport, kata-kata pujian pun meluncur dari mulut Serena. Dia mengakui, Davenport patut diperhitungkan.

"Saya kaget karena dia terlihat lebih baik daripada saya meskipun sudah tujuh bulan dia istirahat karena melahirkan seorang bayi," ungkap Williams, Sabtu(12/1) waktu setempat.

"Jika hal itu terjadi pada saya, tujuh bulan kemudian saya akan berada di rumah sakit untuk penyembuhkan," tambahnya sambil tersenyum.

"Dia adalah modelku. Saya benar-benar termotivasi...dia baru saja kembali ke level baru," tambah Williams.

Pada babak pertama Australia Terbuka,Davenport akan menghadapi petenis Italia, Sara Errani. Jika lolos, Davenport mungkin harus berhadapan dengan finalis tahun lalu, Maria Sharapova.

"Saya belum pernah melihat permainannya sejak dia kembali. Dia menang...Saya pikir permainan Maria juga bagus. Ini akan menjadi salah satu pertandingan yang patut ditonton," jelas Williams yang berstatus juara bertahan. (AP/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau