SEMARANG, KOMPAS - Mengantisipasi kelangkaan kedelai setelah harganya naik 100 persen di pasaran Jawa Tengah, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyarankan agar potensi lahan kedelai seluas 10.000 hektar di Kabupaten Grobogan bisa digarap lebih serius.
Menurut Ketua HKTI Jateng, Gatot Adjie Soetopo, Senin (14/1) menyebutkan, potensi lahan kedelai di Jateng mencapai 25.000 hektar. Lahan potensi itu tidak lagi digarap untuk kedelai karena banyak dialihkan guna tanaman jagung dan kacang hijau.
Khusus daerah potensi di Grobogan, lahan pertanian potensi itu meliputi di wilayah Kecamatan Tawangharjo, Wirosari, Kradenan, Toroh dan Penawangan. Lahan itu sejak lima tahun terakhir lebih intensif untuk lahan jagung setelah kedelai lokal harga jatuh sampai Rp 1.000 per kg.
Tanaman kedelai di lahan potensial bisa menghasilan produksi dua ton per hektar, jauh lebih tinggi dibanding produksi kedelai benih impor yang hanya 1,5 ton per hektar. Saat ini, harga kedelai di pasaran mencapai Rp 7.500 per kilogram dari harga normalnya Rp 3.500 per kilogram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang