SINGAPURA, SENIN - Harga minyak dunia meningkat di perdagangan Asia Senin (14/1) sore meski kecemasan atas resesi Amerika Serikat (AS) terus mendominasi pasar dan terjadinya kerusuhan di produsen minyak kunci Nigeria.
Dalam perdagangan sore, kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari, naik 15 sen menjadi 92,84 dollar AS per barel, membalikkan penurunan sebelumnya. Kontrak ditutup turun 1,02 dollar AS per barel di New York pada Jumat (11/1).
Minyak mentah Brent North Sea London untuk pengiriman Februari terus meninggi, dengan kenaikan 43 sen menjadi 91,50 dollar AS per barel setelah ditutup turun 1,15 dollar AS pada Jumat untuk bertahan pada 91,07 dollar AS.
Harga minyak mentah merosot hingga lima dollar AS pada pekan lalu di tengah merebaknya kecemasan bahwa pertumbuhan ekonomi yang melambat di AS dapat mengurangi permintaan dari konsumen minyak nomor satu di dunia itu.
Pada awal Januari harga menyentuh 100 dollar AS per barel untuk pertama kali. Fokus pasar kini tertuju kepada pertemuan produksi OPEC, kartel produsen minyak di Wina bulan depan. Menteri-menteri OPEC, yang menguasai sekitar 40 persen pasokan minyak mentah global, akan bertemu di ibu kota Austria itu pada 1 Februari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang