Lampung, Harga Kedelai Capai 8.000 Perkilo

Kompas.com - 14/01/2008, 17:41 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS - Harga kedelai eceran di pasaran Bandar Lampung terus merambat naik. Harga kedelai eceran di Lampung sudah menembus Rp 7.500—8.000 per kilogram.

Pantauan Kompas, Senin (14/1) di Pasar Pasir Gintung, Pasar Tugu, Pasar SMEP, dan Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung menunjukkan, harga eceran bahan baku pembuat tempe tahu sudah merembet naik menjadi Rp 7.500—8.000 per kilogram sejak Sabtu (12/1). Pedagang menawarkan harga Rp 8.000 per kilogram untuk pembelian eceran dan Rp 7.500 per kilogram  untuk pembelian per satu karung isi 50 kilogram.

Naiknya harga kedelai membuat pembeli yang sebagian besar pembuat tempe tahu di Bandar Lampung mengurangi pembelian dan ada yang menahan untuk tidak berbelanja kedelai. ”Saya sekarang mengurangi pembelian dari distributor. Saat harga eceran Rp 3.100 per kilogram saya biasa membeli 2—5 ton, satu bulan terakhir saya hanya menyetok 1—1,5 ton,” kata Aris, pedagang kedelai dan aneka bumbu di Pasar SMEP Bandar Lampung.

Pantauan Kompas di sentra-sentra pembuatan tempe tahu di Bandar Lampung, kenaikan harga kedelai membuat para pembuat tempe tahu semakin terjepit. Apalagi, bahan pendukung usaha tempe tahu seperti kayu bakar, plastik, dan minyak goreng ikut naik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau