Pengungsi Ditawari Pindah Ke Sukodono

Kompas.com - 14/01/2008, 20:23 WIB

SIDOARJO,KOMPAS – PT Minarak Lapindo Jaya menawarkan 630 keluarga korban lumpur Lapindo yang masih mengungsi di Pasar Baru Porong, Sidoarjo untuk pindah ke rumah yang disediakan Lapindo bagi korban lumpur di daerah Sukodono, Sidoarjo.

Tawaran ini diungkapkan Direktur PT Minarak Lapindo Jaya Bambang Hawik dalam pertemuan dengan perwakilan pengungsi Sunarto dan Pitanto dan Bupati Sidoarjo Win Hendrarso di pendapa Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/1).

Menurut Bambang, perumahan yang disediakan di Sukodono sesuai dengan apa yang dituntut oleh pengungsi. Di perumahan itu ada lahan sawah untuk warga bekerja, sekolah, pasar, makam, dan fasilitas pendukung lainnya. “Kami akan mengundang pengungsi untuk melihat sendiri lokasi perumahan berikut maket perumahannya besok (hari ini-Red),” ucapnya.

Konsep yang ditawarkan PT Minarak ke pengungsi ini sama dengan yang ditawarkan ke korban lumpur lainnya. Konsep itu berupa uang muka ganti rugi 20 persen dari total ganti rugi diserahkan kepada pengungsi sedangkan sisanya ditukar dengan tanah dan rumah di Sukodono. Selain itu, mereka masih mendapatkan uang kontrakan, uang jaminan hidup, dan evakuasi dari Lapindo.

Namun perwakilan pengungsi keberatan dengan tawaran ini. Meski begitu perwakilan akan menyampaikan tawaran itu kepada pengungsi. Menurut Sunarto, yang menjadi keberatan pengungsi adalah lokasi di Sukodono terlalu jauh dari tempat asal mereka di Renokenongo, Porong. Padahal tempat warga bekerja dan anak-anak mereka sekolah berada di Porong. Karena itu, mereka menuntut lokasi yang ditawarkan berada di Porong atau di Kecamatan Krembung.

Selain tanah seluas 30 hektar ini, pengungsi menuntut skema ganti rugi berupa uang muka ganti rugi sebesar 20 persen dari total ganti rugi sedangkan sisanya dibayar dalam waktu tiga bulan atau diganti dengan bangunan rumah.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau