BEKASI, WARTA KOTA - Pengunjung Bekasi Trade Center (BTC), Margahayu, Bekasi Timur, Senin (14/1) sore digemparkan dengan penemuan bocah laki-laki korban mutilasi. Tubuh korban, tanpa kepala, yang terdiri atas empat potongan tersebut diwadahi di kardus warna cokelat dan teronggok di pinggir jalan di seberang BTC.
Para pedagang di seberang BTC tak tahu persis sejak kapan kardus tersebut diletakkan di tempat itu. Pasalnya, lokasi kardus berisi mayat itu merupakan kawasan yang ramai dan juga tempat naik turunnya penumpang angkutan umum. Di lokasi tersebut banyak orang yang menenteng kardus, misalnya orang yang baru membeli barang elektronik.
Hasil pemeriksaan di RSUD Bekasi menunjukkan, isi kardus itu adalah tubuh bocah berusia antara 9-12 tahun yang telah dipotong-potong. Potongan-potongan tersebut terdiri atas bagian leher hingga pinggang, pinggang hingga lutut, dan sepasang potongan betis hingga telapak kaki. Di dalam kardus itu juga terdapat baju bertuliskan Tae Kwon Do Jawa Tengah.
Sementara itu, sejumlah pedagang memastikan bahwa sejak pagi hingga siang, kardus itu tak ada di sana. Mereka justru memerkirakan, kardus itu ada di lokasi tersebut sejak setengah jam sebelum diketahui bahwa isi kardus adalah mayat manusia.
Bewok, pedagang asongan, yang memeriksa kardus itu menyatakan dirinya tak melihat secara jelas kondisi mayat di dalam kardus itu. Dia hanya melihat telapak kaki manusia dari celah pada tutup kardus. Bewok tak berani memeriksa lebih lanjut namun justru memberi tahu kawan-kawannya. Dalam waktu singkat, massa berkerumun di lokasi itu sehingga terjadi kemacetan luar biasa.
Lewat celah pada penutup kardus, polisi yang datang ke lokasi kejadian memastikan bahwa isi kardus itu memang benar mayat manusia. Tanpa membuka kardus bekas wadah air mineral ukuran botol 1 liter tersebut, polisi mengangkat dan membawanya ke RSUD Bekasi. Pemeriksaan lebih teliti atas isi kardus itu dilakukan di rumah sakit.
Menurut seorang penyidik Polrestro Bekasi, isi kardus itu adalah tubuh bocah berusia antara 9-12 tahun dan tinggi sekitar 130 cm. Potongan-potongan tubuh di kardus itu di antaranya adalah pangkal leher hingga pinggang dan pinggang hingga lutut. Sedangkan potongan tubuhnya lainnya adalah sepasang kaki mulai telapak kaki hingga lutut. "Potongan-potongan tubuh itu diduga kuat berasal dari satu tubuh, dengan kata lain isi kardus itu hanya satu mayat," katanya.
Petugas tersebut menambahkan, diperkirakan, setelah dipotong-potong tubuh korban dicuci lebih dulu sebelum dimasukkan ke kardus. Dugaan ini didasarkan pada kondisi mayat yang bersih dan tidak adanya ceceran darah dalam jumlah banyak. Selain itu, posisi tangan korban yang bersilang di dada sepertinya memang telah diatur oleh si pelaku.
Kepala Polrestro Bekasi, Kombes Mas Guntur Laope, mengatakan hingga semalam pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut termasuk mencari kepala bocah malang itu. Polisi juga berupaya menemukan keluarga korban mutilasi tersebut agar kasusnya bisa segera terungkap. "Kami mengimbau warga yang kehilangan anggota keluarganya, terutama anak laki-laki usia antara sembilan hingga 12 tahun, untuk segera melapor ke Polrestro Bekasi. Hingga saat ini kami masih terus menyelidiki kasus ini," ujar Mas Guntur.
Sementara itu, Tedi (32), pengasong, yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan awalnya tak ada pedagang asongan yang memerhatikan kardus yang tergeletak di pinggir Jalan Joyomartono, persisnya di seberang BTC tersebut. Belakangan, Bewok, pedagang asongan, curiga dengan kardus itu dan segera memeriksanya. "Bewok belum sampai membuka kardus itu, dia baru mengintip dan melihat kaki manusia," kata Tedi. Dia menambahkan, "Para pengasong di sini lalu dikasih tahu ada mayat di dalam kardus. Akhirnya kami datang ke bawah pohon ini untuk melihatnya dan ternyata benar ada telapak kaki di dalam kardus tersebut. (mur)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang