YOGYAKARTA, KOMPAS - Meski sistem reservasi online dengan konsep elektronik tiket atau e-tiket, sudah ditawarkan sejumlah maskapai penerbangan, fasilitas tersebut ternyata belum banyak dimanfaatkan. Penjualan tiket tetap saja dominan melalui agen tiket. Hanya sekitar 25 persen pengguna jasa pesawat yang melakukan pemesanan sendiri lewat internet.
Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati, Selasa (15/1) mengatakan, reservasi online melalui internet sebenarnya lebih memudahkan calon penumpang. “Mereka tidak perlu repot-repot telepon ke agen tiket. Tinggal akses lewat internet dan bayar melalui mesin ATM, maka calon penumpang akan mendapatkan kode booking,” katanya.
Menurut Trisia, karakter masyarakat kita masih cenderung suka dilayani. Mereka kurang nyaman jika harus mengakses sendiri lewat internet. “Banyak juga yang tidak yakin kalau booking lewat internet benar-benar diterima. Sejak menggunakan e-tiket, banyak penumpang yang komplain karena tidak mendapatkan tiket seperti biasa. Padahal dalam e-tiket yang penting adalah kode booking,” katanya.
Untuk pembayaran secara online, Mandala menjalin kerja sama dengan Visa Card dan Master Card. Selain kedua kartu tersebut, pembayaran tiket juga bisa dilakukan melalui mesin ATM yaitu untuk pemegang kartu debit Bank BNI, Bank BII, dan Bank Mandiri.
Manajer Distrik Mandala Yogyakarta, Wahyu Budiadi mengatakan, penawaran sistem reservasi online bukan berarti menghilangkan fungsi agen. “Masih banyak masyarakat yang membutuhkan jasa agen. Sistem online itu kami sediakan bagi mereka yang terbiasa dengan akses internet. Jadi, kalangan agen tiket tidak perlu khawatir, mereka tetap dapat pangsa,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang