Mahasiswa Unmul Mogok Makan

Kompas.com - 16/01/2008, 16:41 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS- Dua mahasiswa Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, mogok makan memrotes kebijakan kampus. Menurut Hery, juru bicara aksi yang dihubungi dari Balikpapan, Rabu (16/1), aksi itu dilakukan mulai pukul 00.00 Wita dengan membangun pos di samping Fakultas Kedokteran.

Kedua mahasiswa itu ialah Rudy Hartono dari Jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2004 dan Eka Fauzi dari Jurusan Administrasi Negara angkatan 2006. Kedua jurusan itu berada dalam lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Aksi dilakukan karena tidak sepakat dengan kebijakan  Unmul akan menjadi badan hukum milik negara (BHMN). “Itu sama artinya dengan komersialisasi pendidikan,” kata Hery.

Selain itu, mahasiswa meminta kebaikan rektorat terhadap 5.653 mahasiswa yang terancam tak akan ikut ujian karena belum melunasi uang kuliah.

Hery mengatakan bahwa aksi dilakukan secara bergiliran. Dua mahasiswa tadi akan mogok sampai tidak kuat baru kemudian diganti mahasiswa lainnya. Aksi akan dilakukan hingga protes ditanggapi oleh rektorat. (BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau