Olga Lidya: Getol Terapi Air Lemon

Kompas.com - 16/01/2008, 19:07 WIB

JAKARTA, RABU  - Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sungguh penting artinya buat siapapun termasuk model dan presenter cantik Olga Lidya. Salah satu upaya dalam memelihara kesehatan tetap prima, artis berwajah oriental itu kini tengah rajin melakukan terapi air lemon atau jeruk nipis.

"Sekarang saya kemana-mana biasa membawa botol minuman berisi air  yang ditambahin lemon atau jeruk nipis tanpa gula atau tambahan lainnya.  Saya minum dua liter air ini setiap hari," ungkap Olga saat ditemui di sela-sela talkshow bertajuk The Quest for Beautiful Eyes : A Cosmetic Lens Trend Report di Jakarta, Rabu (16/1).

Menurutnya, terapi yang baru dijalaninya sekitar sebulan lalu ini penting artinya buat kesehatan terutama membantu kesegaran tubuh, mulai dari kulit, mata, rambut.  
 
"Resep ini saya dapatkan dari orang tua. Jelas beda dengan membiasakan diri meminum delapan gelas sehari yang seringnya justru lupa.  Dengan botol air ini, saya bisa terarur meminum dua liter setiap harinya.   Satu botol abis, satu botol abis," tambahnya.

Walaupun baru sebulan lalu menjalani terapi air ini, namun diakui Olga hasilnya sudah mulai tampak. "Badan saya lebih seger, lebih enak, kulit juga lebih cerah.  Saya mungkin belum merasakan hasilnya secara nyata. Tetapi menurut yang sudah lama menjalaninya, pengaruh terapi ini bisa terasa seperti detoksifikasi," ungkap  artis muda yang kini  sibuk menjadi presenter sejumlah acara televisi swasta.

Untuk menjaga penampilannya supaya tetap cantik dan prima, gadis kelahiran Jakarta 4 Desember 1976 ini selalu memegang teguh prinsip keseimbangan dalam kesehatan. "Kesehatan jiwa dan fisik sama pentingnya karena keduanya akan saling mempengaruhi.  Saya percaya bahwa jika kita sedang tidak dalam mood yang bagus, aura pun tidak akan keluar.  Kalau kita sedang stress, wajah pun keliatan kusam tidak cerah," ujarnya.

Ditanya soal tren operasi plastik yang kini banyak dilakukan para artis dan model untuk mempertahankan penampilan, Olga mengaku tidak alergi dengan opsi tersebut.  "Saya memang belum melakukannya tetapi tak menutup kemungkinan menjalani 10-15 tahun kedepan. Saya tak anti plastic surgery, tapi toh kalau pun tidak dilakukan tak jadi masalah. Saya hati-hati dengan plastic surgery karena bukan sesuatu yang harus selama penampilan masih bisa diperbaiki dengan cara lain. Mending pakai sumpel-sumpelan yang bagus aja," ujar bungsu dari lima bersaudara ini sambil tersenyum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau