Basuki Hanyut 26 Desember, Ditemukan 16 Januari

Kompas.com - 17/01/2008, 09:02 WIB

MADIUN, KAMIS - Salah satu korban tewas dalam peristiwa putusnya jembatan Jati yang menghubungkan Madiun dengan Magetan, 26 Desember 2007 akhirnya berhasil ditemukan di tepi sungai Madiun.

Jenazah Basuki (32), warga Dusun Sawo Jajar RT 01/RW 1, Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan ditemukan di pinggir Sungai Madiun atau sekitar satu kilometer dari lokasi putusnya Jembatan Jati di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun pada Rabu (16/1) malam kemarin.

Kapolsek Kebonsari, Polres Madiun, AKP Supardi, Kamis, di Madiun, membenarkan penemuan mayat seorang laki-laki ditepian Sungai Madiun.

"Setelah dicek identitas korban melalui KTP yang ditemukan disaku celana korban, ternyata benar bahwa mayat tersebut diduga korban jembatan putus saat banjir lalu," katanya.

Menurut Supardi , korban ditemukan oleh salah seorang warga Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Zaenal Arif (25) yang saat itu sedang mengumpulkan pasir dipingiran Sungai Jati.

Zainal terkejut saat dirinya sedang mengumpulkan pasir yang menggunduk ditepian sungai tersebut, secara tiba-tiba terlihat sepasang kaki manusia terpendam di gundukan pasir.

Karena penasaran, Zainal kemudian menggali gundukan pasir itu, ternyata benar ada sesosok mayat manusia laki-laki yang masih menggunakan celana jins pendek warna biru serta menggunakan kaos putih.

"Kondisi jenazah korban jembatan putus suda membusuk dan nyaris tingga kerangkanya," katanya menambahkan.

Korban merupakan salah satu diantara korban tragedi jembatan putus yang diperkirahkan mencapai puluhan orang. Hingga saat ini, baru satu jenazah korban yang berhasil ditemukan.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawah ke Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Dr.Soedono Madiun untuk dilakukan otopsi.

Jembatan Jati pada tiga pekan lalu putus karena tidak kuat menahan derasnya arus sungai Madiun yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Saat itu diperkirakan ada sekitar puluhan orang hanyut saat berada di atas jembatan.
Namun hanya dua orang saja yang teridentifikasi sebagai korban, setelah adanya laporan kehilangan dari anggota keluarganya masing-masing, salah satunya adalah Basuki yang baru saja ditemukan tersebut. (ANT/ABI)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau