JEMBER, KAMIS- Hujan lebat yang mengguyur kawasan Gunung Ringgit di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (16/1) sore, menyebabkan tanggul Sungai Silowogo jebol sepanjang 30 meter. Akibatnya 200 rumah di Desa Silowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo diterjang air dan lumpur.
Banjir bandang yang datang tiba-tiba itu membuat warga desa panik sehingga mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Bahkan hewan ternak pun dibawa serta mengungsi.
Meski tidak ada korban jiwa, banjir bandang itu juga menyebabkan sekitar 25 hektar sawah yang sedang ditanami padi dan jagung rusak berat diterjang banjir lumpur yang sekaligus membawa batu-batuan.
Wakil Bukati Situbondo, Suroso, yang dihubungi dari Jember Kamis siang ini menyatakan, pihaknya saat ini fokus pada upaya memperbaiki tanggul dengan bronjong. Sebab, warga masih sangat khawatir jika terjadi hujan lebat dalam satu dua hari ini. "Saat ini hujan masih turun meskipun tidak deras," katanya.
Hari ini, warga yang kemarin sempat mengungsi juga sudah kembali. Setelah membersihkan rumahnya, mereka saat ini bergabung bersama aparat kepolisian dan TNI mengerjakan perbaikan tanggul. Untuk itu, pemerintah juga mengerahkan satu unit alat berat.
Hujan lebat di Gunung Ringgit itu juga menyebabkan bencana longsor di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, yang masih bertetangga dengan Desa Silowogo.
Menurut Camat Klabang Arif Wagiyanto, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tetapi jalan penghubung Desa Wonogoyo ke Desa Lepra putus. Tercatat lima hektar sawah rusak akibat longsor dan banjir di desa ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang