Banjir Lumpur dan Batu di Situbondo

Kompas.com - 17/01/2008, 14:19 WIB

JEMBER, KAMIS- Hujan lebat yang mengguyur kawasan Gunung Ringgit di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (16/1) sore, menyebabkan tanggul Sungai Silowogo jebol sepanjang 30 meter. Akibatnya 200 rumah di Desa Silowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo diterjang air dan lumpur.

Banjir bandang yang datang tiba-tiba itu membuat warga desa panik sehingga mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Bahkan hewan ternak pun dibawa serta mengungsi.

Meski tidak ada korban jiwa, banjir bandang itu juga menyebabkan sekitar 25 hektar sawah yang sedang ditanami padi dan jagung rusak berat diterjang banjir lumpur yang sekaligus membawa batu-batuan.

Wakil Bukati Situbondo, Suroso, yang dihubungi dari Jember Kamis siang ini menyatakan, pihaknya saat ini fokus pada upaya memperbaiki tanggul dengan bronjong. Sebab, warga masih sangat khawatir jika terjadi hujan lebat dalam satu dua hari ini. "Saat ini hujan masih turun meskipun tidak deras," katanya.

Hari ini, warga yang kemarin sempat mengungsi juga sudah kembali. Setelah membersihkan rumahnya, mereka saat ini bergabung bersama aparat kepolisian dan TNI mengerjakan perbaikan tanggul. Untuk itu, pemerintah juga mengerahkan satu unit alat berat.

Hujan lebat di Gunung Ringgit itu juga menyebabkan bencana longsor di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, yang masih bertetangga dengan Desa Silowogo.

Menurut Camat Klabang Arif Wagiyanto, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tetapi jalan penghubung Desa Wonogoyo ke Desa Lepra putus. Tercatat lima hektar sawah rusak akibat longsor dan banjir di desa ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau