JAKARTA, KAMIS - Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (Ikohi) menyesalkan pernyataan Amien Rais pada Senin (14/1) yang memaafkan segala kesalahan mantan Presiden Soeharto.
Ketua Ikohi, Mugiyanto, Kamis (17/1), mengatakan, ucapan tersebut tidak pantas diucapkan oleh seseorang yang mengaku sebagai salah satu tokoh reformasi. Ini berarti, Amien telah menggerus hak asasi para korban kekuasaan Soeharto.
"Aduh, itu gimana pernyataan Amien. Dia tidak konsisten dengan memaafkan Soeharto. Apalagi pake mengajak masyarakat memaafkan pula. Sejak kapan Amien menjadi juru bicara Soeharto?" ujar Mugiyanto, Kamis (17/1).
Menurut dia, saat ini pemerintah juga sedang melancarkan strategi politik yang Ikohi sebut sebagai 'politik pelupaan.' Beberapa oknum, lanjutnya, mencoba membuat masyarakat lupa dengan kejahatan Soeharto saat masih menjabat sebagai presiden RI.
"Daya ingat masyarakat Indonesia itu pendek dan hal itu dimanfaatkan oleh pemerintah dengan mengajaknya melupakan kejahatan Soeharto dan memaafkannya. Padahal, jasanya itu tidak sebanding dengan kejahatan yang telah diperbuat. Dia bukan bapak pembangunan, tapi dia bapak pembunuhan," tandasnya.
Menurut dia, masa lalu tidak untuk dilupakan. Namun, masa lalu harus diingat untuk pembelajaran agar tidak ada lagi kejadian pelanggaran HAM pada tahun mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang