LAMONGAN, KAMIS – Meskipun banjir luapan Bengawan Solo surut tetapi perlu penanganan pasca bencana khususnya pemulihan kondisi psikologis anak. Ketua Pelaksana Harian Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Kabupaten Lamongan Tsalist Fahami Zaka mengatakan, penanganan pasca banjir berupa perbaikan infrastruktur umum yang rusak seperti sarana jalan dan listrik harus dilakukan. Namun yang tidak kalah penting, memberi bimbingan kepada anak-anak sekolah agar tidak trauma.
“Banjir luapan Bengawan Solo datang begitu cepat, sehingga sekitar 99 persen buku-buku sekolah tidak bisa diselamatkan. Hal tersebut dapat mengakibatkan trauma bagi siswa. Maka dari itu perlu mendatangkan psikolog untuk agar kondisi kejiwaan siswa dapat pulih seperti sedia kala,” jelas Tsalist Kamis (17/1).
di Lamongan sedikitnya ada 13 Raudlatul Athtfal, tujuh SD, 26 Madrasah Ibtidaiyah, dua SMP, delapan Madrsah Tsanawiyah, satu SMA dan enam Madrasah Aliyah yang sempat terendam banjir luapan Bengawan Solo. Hal itu tentunya berdampak pada proses belajar mengajar selanjutnya. Bahkan ujian sekolah pun dilaksanakan secara darurat.
Di Tuban sebanyak 56 sekolah dilaporkan terendam. Sementara kerugian infrastruktur sekolah akibat banjir di Bojonegoro mencapai 26 miliar rupiah. Sebanyak 354 sekolah terendam terdiri dari 233 gedung SD, 102 TK, tiga gedung SMA dan enam gedung SMK.
Diantara sekolah yang terganggu itu SD di Desa Pilangsari Kecamatan Kalitidu jebol, dua sekolah diniyah di Kanor hanyut, dan 11 SD di Kecamtan Trucuk terendam. “Selain infrastuktur bangunan, kerugian tersebut termasuk kerusakan buku-buku pelajaran dan alat peraga akibat terendam banjir,” Kata Kepala Sudbinas Humas dan Media Iformasi Bojonegoro,Johny Nurhariyanto.
Hingga kini proses pemulihan insfrastruktur baik di Bojonegoro, Gresik dan Lamongan terus berlangsung. Di Bojonegoro, Dinas Pekerjaan Umum sibuk melakukan penanggulangan darurat jalan-jalan yang putus khususnya di Kanor dan Baureno. Di Lamongan warga berusaha menutup tanggul yang jebol.
Pemulihan infrastruktur mendesak dilakukan untuk kembali menggerakkan ekonomi masyarakat. “Kami berupaya memulihkan jalan yang putus di Tebuwung Kecamatan Dukun dan di Desa Ngemboh, Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah agar bisa dilewati,” Kata Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Migfar Syukur.
Menurut Kepala Pelaksana Harian Satlak Penanggulangan Bencana Lamongan Tsalist Fahami Zaka, untuk mencegah bahaya banjir lebih besar ke depan, reboisasi harus digalakkan dan perlu merevitalisasi waduk. Waduk Pacal di Bojonegoro harus ditingkatkan kualitasnya. Saat ini, rawa Jabung di Lamongan seluas 700 hektar yang masuk wilayah Lamongan dan Tuban dalam tahap pembebasan untuk difungsikan sebagai penampung air. Pemkab Lamongan sendiri, memiliki 186 waduk kecil. Sebanyak 150 waduk telah diperbaiki sedang 36 waduk akan dituntaskan 2008 ini.
Di Lamongan juga terdapat sudetan Pelangwot Kecamatan Laren yang bermanfaat mengurangi banjir. Namun banjir luapan Bengawan Solo akhir tahun 2007 lalu disebabkan volume air Bengawan Solo mencapai 4.500 meter kubik per detik (M3/S), sementara kapasitas sudetan Pelangwot hanya 650 M3/S sehingga terjadi luapan air. “Pembangunan waduk pengendali di sekitar DAS (daerah aliran sungai ) Bengawan Solo sangat penting. DAS Sungai Brantas saja memiliki tujuh pengendali,”Kata Tsalist. (ACI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang