Dede Sudah Bisa Menulis

Kompas.com - 17/01/2008, 18:35 WIB

BANDUNG, KAMIS - Kondisi Dede yang mengidap penyakit kutil akibat human papilloma virus (HPV) tipe II terus membaik. Tangannya sudah bisa digunakan untuk menulis.

Luka bekas operasi di wajah, leher, dada, perut, dan paha mulai mengering. Dia ingin segera sembuh dan hidup normal sebagaimana manusia lainnya.

Hal itu terungkap saat tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikit menggelar temu wicara antara Dede dengan para wartawan, Kamis (17/1). Selain wartawan lokal, tampak pula beberapa wartawan asing dari ABC Amerika dan Summer Film.

Dede mengatakan, dia merasa lebih nyaman dan leluasa bergerak setelah kutil dan tanduk raksasa (epidermodysplacia verruciformis dan giant cutaneous horn) dirilis. “Setelah sembuh nanti, saya ingin bisa kembali bekerja dan hidup bersama keluarga,” papar Dede  dalam temu wicara yang hanya berlangsung sekitar 20 menit itu. Dede sudah bisa memencet tombol (keypad) ponsel dan menulis.

Ketua tim dokter, Rachmatdinata menjelaskan, kondisi Dede terus membaik. Berat badannya naik sekitar 9 kilogram selama tujuh pekan dirawat di RSHS. Namun, obat penghambat perumbuhan kutil, Acetretin, belum bisa diberikan.

Alasannya, kata Rachmatdinata, kondisi liver Dede masih parah. Penyakit hetitis B yang diderita Dede belum sembuh. “Paling tidak butuh waktu enam bulan, baru Dede bisa mengonsumsi Acetretin,” ujarnya.

Selain hepatitis B, Dede juga mengidap penyakit radang paru-paru. Penyakit ini sudah dapat diatasi, tinggal mengoptimalkan fungsi paru-paru Dede. “Kuman dan infeksi di paru-parunya sudah tidak ada lagi. Ini perkembangan menggembirakan,” kata Rachmatdinata. (MHF)


 
 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau