Garuda Indonesia Hijaukan 250 Hektar TN Sebangau

Kompas.com - 17/01/2008, 20:04 WIB

PALANGKARAYA, KAMIS - Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah, menggandeng pelaku industri turut menghijaukan hutan di kawasn tersebut. Misalnya dari perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia, yang berkomitmen menghijaukan kembali areal hutan kritis di kawasan konservasi itu.

"Garuda Indonesia bersedia mereboisasi hutan kritis seluas 250 hektar di Sebangau dengan menanam jenis-jenis tanaman lokal setempat. Program ini kami harap dapat dimulai bulan depan," kata Kepala Balai Taman Nasional Sebangau, Drasospolino, di Palangka Raya, Kamis (17/1).

Menurut Ino, sapaan Drasospolino, upaya reboisasi itu merupakan yang pertama kali dilakukan pihak swasta dalam membantu menutup vegetasi TNS yang mengalami kerusakan. Penghijauan yang dilakukan Garuda itu juga akan didukung oleh pihak ketiga dari World Wildlife Fund (WWF) dengan menanam sekitar 100 ribu batang pohon, dari jenis jelutung, dan meranti.

Berbagai pihak, baik pemerintah daerah, swasta, LSM, NGO, ataupun lembaga independen lain, kata Ino, diperbolehkan turut membantu dalam upaya rehabilitasi hutan sesuai Permenhut p.8205/kpts-II/2002 tentang pedoman rehabilitasi di kawasan taman nasional.

"Upaya penanaman ribuan pohon sendiri akan melibatkan masyarakat di sekitar kawasan Sebangau," jelasnya. Ino mencatat, sekitar 52 ribu hektar hutan di kawasan TNS yang totalnya seluas 578 ribu hektar berada dalam kondisi kritis, sebagian besar akibat penebangan liar dan kebakaran hutan.

Rehabilitasi kawasan hutan kritis sebelumnya juga sempat dilakukan dengan menggandeng Dinas Kehutanan Kabupaten Pulang Pisau dan berhasil mengembalikan hutan seluas 400 hektar di tahun 2005 dan 2006 lalu. Ino mengakui, upaya rehabilitasi itu masih dilakukan setahap demi setahap kendati areal kritisnya masih tersisa begitu luas. 

"Setidaknya kami juga mengupayakan agar ekosistem alam sekitar tetap terjaga sehingga terjadi pula pemulihan hutan secara alami yang biasanya membutuhkan waktu hingga 10 tahun," tambahnya. Sejumlah pihak lain, semacam WWF dan Central Kalimantan Peatlands Project sebelumnya telah ikut membantu melakukan restorasi kawasan dengan membangun tabat-tabat pada aliran air setempat.

Tujuan utama penabatan adalah menjaga fungsi hidrologi kawasan hutan di Sebangau, yang sekitar 90 persen merupakan areal hutan rawa gambut.(ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau