SURABAYA, KAMIS- Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Airlangga Surabaya, Kamis (17/1), "mewisuda" 171 warga Surabaya yang butaaksara.
"Wisuda 171 warga Kelurahan Mojo yang butaaksara itu merupakan wisuda yang ketiga kalinya setelah 450 warga Keputih dan 152 warga Sukolilo yang diwisuda pada 29 Desember lalu," kata koordinator KKN Unair drh IGK Paridjata Westra MAgr.Sc DVM.
Di sela-sela "wisuda" yang dilakukan di Balai RW-07, Kelurahan Mojo, Surabaya itu, Paidjata mengatakan bahwa wisuda ke-171 warga Mojo itu meliputi 91 orang warga RW-05 dan 80 orang warga RW-08.
"Wisuda 450 warga butaaksara dari Keputih dan 171 warga butaaksara dari Mojo itu merupakan sebagian dari delapan kelurahan yang merupakan sasaran KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa kami," katanya.
Menurut dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair Surabaya itu, KKN dengan program pemberantasan butaaksara merupakan yang kali pertama. "Kami sudah lama bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk mengadakan KKN di Kota Surabaya, namun program pemberantasan butaaksara baru dilakukan, karena di Surabaya ternyata ada 80 ribu warga butaaksara," katanya.
Ia mengatakan KKN pemberantasan butaaksara itu melibatkan sekitar 50 mahasiswa dari 11 fakultas di Unair, kecuali kedokteran dan farmasi, Waktu yangdigunakan untuk membimbing warga buta aksara itu 1,5 bulan .
"Kami melakukan pendekatan dan bimbingan sehingga dalam waktu 1,5 bulan sudah dapat calistung (baca, tulis, hitung). Paling banyak adalah warga berusia 40 tahun, tapi rentang usia mulai 12 tahun hingga 70 tahun," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang