Pedagang Barito Bingung Mau Ke Mana

Kompas.com - 18/01/2008, 13:26 WIB

JAKARTA, KCM - Pedagang bunga dan ikan hias Pasar Barito, Jakarta Selatan, mengaku masih bingung apa yang akan mereka lakukan saat ini untuk meneruskan usaha,Jumat (17/1).

Kios yang telah mereka tempati puluhan tahun, hari ini rata tanah setelah pemprov membongkar dan membersihkan puing-puing bangunan menggunakan tiga buldozer dan belasan truk pengangkut sampah.

Sebenarnya, pemerintah telah menawari tempat yang baru. Namun, sebagaimana dijelaskan Rian, tempat di jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan itu dinilai terlalu kecil. "Tiap kios ukurannya cuma 2 x 2 meter. Padahal tempat saya saat ini sekitar 4 x 15 meter. Gimana mau nampung semuanya," kata Rian, salah seorang penjual bunga.

Rian, 38, mengaku bingung. Tempat ia bekerja bersama tiga karyawan lainnya telah hancur, sementara ia belum punya alternatif tempat untuk melanjutkan usahanya. Padahal, pria asal Banten ini harus menafkahi istri dan dua anaknya yang saat ini masih tinggal di Banten.

Rian adalah satu dari 300-an pedagang bunga yang saat ini menganggur setelah kios-kios yang telah mereka bangun puluhan tahun dihancurkan dalam waktu cuma sehari. Para pedagang memutuskan tidak melawan apalagi menggunakan kekerasan. Bagi mereka itu bukanlah jalan terbaik. (SMS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau