Jamin Pasar dan Harga, Pemprov Bisa Manfaatkan Dana LUEP

Kompas.com - 18/01/2008, 16:25 WIB

BANDAR LAMPUNG, JUMAT — Hancurnya produksi kedelai nasional dipastikan karena tidak adanya jaminan pasar dan harga dari pemerintah. Sebaiknya, setiap pemerintah provinsi yang memiliki areal kedelai melakukan langkah segera dengan cara mengalokasikan dana talangan dari dana Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) untuk penjaminan.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung Zulkifli Zaini, Jumat (18/1) mengatakan, keengganan petani di Lampung menanam kedelai memuncak pada 2007. Yaitu tahun ketiga ketika BPTP menguji tanaman kedelai varietas Sinabung, Anjasmoro, Burangrang, dan Kaba di areal seluas 35 hektar di Bumi Nabung, Lampung Tengah.

Keempat verietas tersebut memiliki keunggulan. Diantaranya bulir biji kedelai besar seperti kedelai impor asal Amerika Serikat, tanaman relatif tahan terhadap penyakit, produktivitas lebih tinggi dari varietas lokal yang selalu ditanam petani yaitu sekitar 1,5 ton per hektare, dan varietas itu bukan varietas hasil rekayasa genetika.

Namun demikian, hasil penjualan keempat varietas kedelai itu sama dengan kedelai varietas lokal, lebih mahal  dari kedelai impor. Akibatnya kedelai lokal tidak diminati dan petani meninggalkan budidaya kedelai. Pada 2006 produksi kedelai Lampung tercatat sebanyak 3.594 ton dan menurun menjadi 3.240 ton kedelai pada 2007.

Untuk itu, kata Zulkifli, setiap pemprov di Indonesia yang memiliki areal kedelai sebaiknya segera menjamin harga kedelai dengan menyalurkan dana talangan dari dana LUEP. Caranya, pemprov segera menentukan harga dasar pembelian kedelai sehingga menarik minat petani bertanam kedelai.

Penentuan harga dasar harus diikuti dengan penyediaan bibit dan jaminan pasar. Kesiapan ketiga faktor tersebut akan mendorong petani menanam kedelai. ”Bertanam kedelai itu merupakan siklus. Satu titik seperti harga dan pasar terjamin, yang lainnya akan mengikuti,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau