BANDAR LAMPUNG, JUMAT — Harga minyak goreng di Bandar Lampung hingga Jumat (18/1) masih dijual dengan harga Rp10.500—Rp10.700 per kilogram. Pembeli eceran di warung-warung kecil bahkan harus membayar minyak goreng Rp 11.000 per kilogram. Pantauan Kompas di Pasar Pasir Gintung, Pasar SMEP, dan Pasar Tugu, Jumat (18/1) menunjukkan, harga minyak goreng hampir naik setiap hari.
Asnawi pemilik toko Kian Jaya di Pasar Pasir Gintung membenarkan, dari mobil curah harga minyak goreng terpantau dijual seharga Rp 10.200 per kilogram. Dari toko, harga minyak akan dinaikkan sedikit untuk memberi keuntungan kepada pedagang kelontong.
”Sejak satu minggu terakhir saya cermati harga dari mobil terus bertambah setiap hari dengan kisaran Rp 100 per kilogram. Padahal harga minggu lalu baru Rp 9.500 per kilogram,” katanya.
Selain para pemilik toko, pembeli eceran juga sudah tidak berkutik dengan harga yang sedemikian mahal. Mereka bahkan datang ke mobil curah milik produsen hanya untuk menanyakan harga tanpa membeli.
Sayangnya, Diskopperindag Lampung ataupun Biro Perekonomian Pemprov Lampung belum melakukan antisipasi terhadap kenaikan harga tersebut.
Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Diskopperindag Lampung Dedy Syailendra yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, dengan harga minyak yang sudah tembus Rp 11.000 per kilogram, seharusnya Biro Perekonomian Pemprov Lampung segera melakukan operasi pasar minyak.
Biro Perekonomian seharusnya segera mengajak Diskopperindag Lampung dan produsen minyak goreng untuk melaksanakan operasi pasar. ”Tetapi, hingga saat ini saya belum mendengar upaya itu mau digarap,” katanya. (HLN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang