JAKARTA, JUMAT — Loyalitas dan fanatisme kuat terhadap sebuah tim mengantarkan The Jakmania, suporter Persija Jakarta Pusat, meraih penghargaan sebagai Best Supporter Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007. The Jakmania menunjukkan loyalitas yang tinggi saat mendukung tim kesayangan.
Tak hanya itu. Sepanjang 90 menit pertandingan, mereka tak berhenti memberi semangat kepada ‘Macan Kemayoran’ agar tak menyerah. Berbagai atraksi yang variatif dan dituangkan dalam bentuk gerak dan lagu yang kompak membuat The Jakmania terpilih sebagai yang terbaik.
“Loyalitas kepada tim menjadi isu utama saat pengelolaan suporter tengah memasuki masa transisi. Dan, The Jakmania telah membuktikannya dengan tetap memberi dukungan kepada Persija Jakarta Pusat meski gagal tampil di final. Mereka menunjukkan fanatisme total terhadap tim. Persoalan menang atau kalah tidak lagi menjadi hal penting karena mereka ingin selalu memberi dukungan terhadap tim,” ungkap Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Joko Driyono, Kamis (17/1).
Loyalitas The Jakmania diperlihatkan setelah tim kesayangan gagal lolos ke final. The Jakmania tetap setia memberi dukungan kepada Persija Jakarta Pusat saat tampil dalam perebutan juara tiga Copa Dji Sam Soe Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (13/1).
Diakuinya, dalam beberapa kasus The Jakmania mendapat ‘citra negatif’, termasuk saat terjadi insiden keributan dengan Persipuramania, suporter Persipura Jayapura. Namun, hal tersebut tidak bisa dijustifikasi bahwa The Jakmania selalui identik keributan.
“Kita tidak bisa melakukan justifikasi terhadap satu kasus kemudian digeneralisasi. Apalagi, bukan hal mudah mengorganisir kelompok suporter dengan anggota terbesar. Namun, mereka bisa melakukannya. Secara keseluruhan, The Jakmania tetap memiliki citra baik. Mereka juga terlihat kompak saat memberi dukungan terhadap tim. Karena itu, The Jakmania layak mendapat penghargaan,” lanjutnya.
Di tempat terpisah, brand manager Dji Sam Soe Veronica Risariyana juga mengungkapkan loyalitas The Jakmania terhadap Persija Jakarta Pusat layak mendapat apresiasi. “Mereka layak meraih penghargaan. Saat timnya kalah, mereka tetap setia memberi dukungan yang masih mengandung nilai sportivitas,” ujarnya.
Menanggapi masalah keributan yang terjadi, pelatih Persipura Jayapura Raja Isa mencoba bersikap arif dalam menanggapinya. Menurut pelatih asal Malaysia ini, keributan merupakan seni dari sepakbola.
“Itulah seninya sepakbola. Persoalannya, bagaimana semua pihak turut ambil bagian untuk meminimalisir. Media massa juga ikut berperan memberi edukasi bagi masyarakat agar tidak berbuat ribut di pertandingan. Dengan demikian, sepakbola Indonesia bisa ditonton secara nyaman,” ungkap Raja Isa.
Penghargaan Best Supporter Copa Dji Sam Soe Indonesia tahun sebelumnya direbut Aremania, suporter Arema Malang. Kali ini giliran The Jakmania yang menjadi terbaik. (*/Cay)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang