KARANGANYAR, SABTU- Ratusan orang dari Wonogiri, Solo, dan Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (19/1) malam menggelar doa bersama untuk kesembuhan mantan Presiden Soeharto.
Doa bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Aziz Machfud dari Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Wonogiri itu berlangsung di Masjid Fatimah kompleks Monumen Jaten. Kompleks ini adalah tempat kelahiran Ibu Tien Soeharto.
Hadir dalam doa bersama tersebut antara lain Kepala Rumah Tangga Dalem Kalitan Solo, Sriyanto Sumanto, Kepala Kantor Pengelola Astana Giribangun Sukirno, dan Bupati Wonogiri Begug Purnomisidi bersama Muspida Pemkab Wonogiri.
Doa bersama diawali dengan bacaan surat Alfatihah sebanyak 11 kali, lalu dilanjutkan dengan membaca asmaul husna, shalawat nabi, dan ditutup dengan doa untuk kesembuhan HM Soeharto.
Menurut Abdul Aziz, Selain untuk mohon kesembuhan Soeharto doa bersama ini dimaksudkan supaya bangsa Indonesia diberi keselamatan lahir batin, bisa mengemban amanat sebagai hamba Allah yang senantiasa dekat dengan-Nya.
"Secara khusus kita doakan HM Soeharto agar diberikan jalan yang terbaik menurut Allah. Kalau Allah memberikan usia yang panjang mudah-mudahan diberikan kesehatan, dan kalau Allah kiranya menetapkan yang lain semoga beliau menghadap-Nya dengan qusnul qotimah.
"Kita sebagai keluarga, mendoakan bekas pemimpin kita untuk mendapatkan ampunan dari segala dosa dan agar diberikan kesehatan lahir dan batin," Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi yang juga pengelola Monumen Jaten.
Monumen Jaten diresmikan tahun 1992. Di tempat inilah pada hari Rabu Kliwon tanggal 23 Agustus 1923 lahir putri kedua keluarga RM Ng Soemoharjomo yang saat itu menjabat Penewu di Jaten, Soerakarta. Bayi yang diberi nama Siti Hartinah itu kelak kemudian menjadi istri HM Soeharto, Presiden kedua RI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang