Laporan Wartawan Kompas, Emilius Caesar Alexey
JAKARTA, MINGGU - Tim seleksi pemilihan anggota KPUD DKI Jakarta mengumumkan masih dibukanya masa pendaftaran menjadi anggota KPUD periode 2008-2013 sampai 25 Januari mendatang. Pendaftaran sudah dibuka sejak 17 Januari lalu tetapi baru ada empat orang yang mengembalikan formulir pendaftaran, meskipun ada 193 orang yang mengambil formulir itu.
Menurut Ketua Tim Seleksi Pemilihan Anggota KPUD DKI Jakarta, Eko Prasojo, Minggu (20/1) di Jakarta Pusat, jumlah pendaftar itu masih dianggap terlalu sedikit karena jumlah pendaftar pada 2003 mencapai lebih dari 400 orang. Masih sedikitnya jumlah pendaftar diduga disebabkan oleh ketakutan masyarakat atas masalah hukum yang menimpa sejumlah anggota KPU dan KPUD di berbagai daerah.
”Anggota KPUD tidak lagi dibatasi dari profesi-profesi tertentu, seperti LSM, pers, dan akademisi. Tim seleksi menginginkan sebanyak mungkin pendaftar dari berbagai latar belakang agar didapat anggota KPUD yang terbaik untuk menyelenggarakan Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009, serta Pilkada 2012,” kata Eko.
Sekretaris Tim Seleksi, Siti Zuhroh, mengatakan, pelarangan mendaftar hanya dikenakan terhadap anggota partai politik, warga yang pernah dipenjara selama lima tahun atau lebih, dan bukan PNS atau karyawan BUMN/BUMD. Pendidikan calon anggota KPUD harus setingkat strata satu atau lebih dan harus membuat karya tulis.
Sementara itu, sebanyak 13 anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah dari Provinsi dan kota/kabupaten se-DKI Jakarta pada periode 2003-2008 mendaftar kembali menjadi calon anggota KPUD DKI Jakarta, termasuk Ketua KPUD DKI Juri Ardiantoro dan anggota KPUD DKI Hamdan Rasyid. Namun, kata Siti, tidak ada keistimewaan bagi ke-13 mantan anggota KPUD DKI itu, selain mereka tidak perlu membuat karya tulis tetapi cukup dengan menyertakan surat pengangkatan sebelumnya.
Menurut Siti, materi yang akan digunakan untuk seleksi calon anggota KPUD juga lebih kompleks dan beragam, dibanding seleksi pada lima tahun lalu. Beberapa materi seleksi, seperti pemeriksaan kapasitas intelektual, inventori kepribadian, ketrampilan memimpin, kualitas komunikasi, hubungan akan individu akan dibantu oleh tim dari Universitas Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang