Selandia Baru Melejit Ke Puncak Klasemen

Kompas.com - 20/01/2008, 20:50 WIB

Laporan wartawan Kompas Tommy Trinugroho

TAUPO, MINGGU - Tim A1 Selandia Baru menutup seri kelima Grand Prix A1 di Taupo, Selandia Baru, Minggu (20/1), dengan tampil sebagai pemimpin klasemen.

Pemuncak klasemen sebelumnya adalah Swiss. Mereka terseok  di Taupo sehingga gagal mempertahankan posisi dan anjlok ke urutan kedua (80 poin). Sebaliknya, Selandia Baru justru tampil gemilang dan melejit dari urutan ketiga naik ke urutan kesatu klasemen (82 poin).

Upaya Selandia Baru memburu posisi puncak sangat terbantu dengan keberhasilan pembalap mereka, Jonny Reid, memenangi sprint race (14 lap). Swiss malah gagal meraih poin karena pembalap mereka, Neel Jani, mengalami kecelakaan di lap pertama dan tak bisa melanjutkan balapan.

Pada feature race (50 lap), Reid finis keempat. Namun, tentu saja, ia tetap puas karena hasil itu sudah cukup untuk menggusur Swiss.

Feature race dimenangi Jerman. Pembalap mereka, Christian Vietoris, mempertontonkan kepiawaian menghadapi situasi lomba yang beberapa kali “terusik” oleh safety car, tiupan angin kencang, serta kondisi trek yang licin akibat debu.

Tim A1 Jerman menempati posisi keempat klasemen (65 poin). Koleksi poin mereka berselisih 15 angka  dengan tim A1 Perancis yang menghuni urutan ketiga.

Tim A1 Indonesia menempati urutan ke-16 sprint race setelah pembalap mereka, Satrio Hermanto, memulai balapan dari posisi start ke-21.

”Satrio meluncur keluar trek gara-gara langsung menggeber mobil setelah periode safety car, padahal ban dan rem belum panas. Dari urutan ke-13, Satrio langsung anjlok ke urutan ke-16,” kata Bagoes Hermanto, pemilik tim A1 Indonesia.

Pada feature race, Satrio gagal melanjutkan lomba. Mobilnya melintir di sebuah tikungan pada lap ke-22. Selain Satrio, ada tujuh tim lain yang kandas, antara lain Malaysia (Alex Yoong), Inggris (Robbie Kerr), dan Australia (John Martin).

”Satrio sudah memperlihatkan waktu lap yang terus membaik, tetapi bagaimana pun, ia masih harus terus menambah jam terbang,” tegas Bagoes kepada Kompas lewat sambungan telepon.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau