Pembangunan Stadion Olimpiade Beijing Telan 10 Nyawa

Kompas.com - 20/01/2008, 23:48 WIB

LONDON, MINGGU - Sedikitnya 10 pekerja tewas selama proses pembangunan Stadion Olimpiade di Beijing, China.  Namun, menurut laporan koran Inggris, Sunday Times, Minggu (20/1),  Pemerintah China, berupaya menutupi kejadian yang terkait dengan pembangunan stadion utama Olimpiade Beijing 2008 itu.

Berdasarkan penuturan seorang pekerja yang bertugas sebagai tukang las, koran itu melaporkan bahwa  untuk menutupi hal itu Pemerintah China tak segan-segan memberikan kompensasi besar kepada keluarga pekerja yang tewas. Sumber ini tentu tidak disebutkan namanya dan hanya ditulis berasal dari Provinsi Gansu.

“Pada suatu hari menjelang akhir tahun 2006, udara terasa sangat dingin. Pada bagian puncak dari ‘sarang burung’ (bentuk desain stadion), saya melihat es. Saya terus berdiri di tanah dan memikirkan bagaimana cara terbaik naik ke atas untuk mengelas,” kata sumber itu.

“Pada saat bersamaan, saya mendengar suara teriakan yang mengerikan. Sebelum saya menyadari apa yang terjadi, terdengar suara benda jatuh dengan keras di atas tanah. Saya langsung menyadari ada orang jatuh dari puncak ‘sarang burung’, walau saya belum melihat ada badan orang di tumpukan pasir di tengah trek lomba lari,” ujar si tukang las.

Sumber itu kemudian menceritakan, manajer memerintahkan pekerja menggali tumpukan pasir. Setelah setengah jam, sesosok mayat ditarik dari tumpuklan pasir. Mayat itu berlumuran darah. “Saya tidak berani melhatnya,” jelasnya.

Mayat segera dibawa pergi dan seluruh pekerja disuruh tutup mulut. “Selama beberapa malam saya mengalami mimpi buruk. Saya akhirnya keluar dan pulang kampung,” ujar sumber itu.

Namun, karena alasan ekonomi si tukang las kembali bekerja di proyek pembangunan itu. “Saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Pacar saya memutuskan hubungan dengan saya. Jadi saya kembali juga untuk melupakan kesedihan saya,” katanya.

Kematian pekerja tak hanya terjadi di Beijing. Menjelang Olimpiade Athena 2004, diyakini ada lima pekerja yang tewas dalam proese pembangunan stadion. Menjelang Olimpiade Sydney 2000, satu pekerja tewas. Demikian pula menjelang Olimpiade Atlanta 1996. Ada satu tukang las meninggal dunia menjelang Olimpiade tersebut. (AFP/ATO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau