Paket Ekonomi Kandidat Presiden AS

Kompas.com - 21/01/2008, 05:59 WIB

NEW YORK, MINGGU - Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush telah mengajukan paket stimulus ekonomi senilai 150 miliar dollar AS untuk membantu menolong perekonomian AS dari ancaman resesi. Ancaman resesi terhadap perekonomian AS juga menjadi salah satu perhatian dalam kampanye para kandidat presiden AS. Berikut pemikiran mereka seperti dikutip Reuters.

Barrack Obama (Demokrat)
Senator dari  Illinois ini menganggarkan 75 miliar dollar AS, termasuk dana segera untuk potongan pajak 250 dollar AS bagi para pekerja dan akan digandakan bila perekonomian tambah buruk. Kaum oma-opa AS akan mendapat bonus 250 dollar AS dalan tunjangan sosial mereka, dan akan digandakan bila perekonomian memburuk. Obama menawarkan bantuan bagi para pemilik rumah dengan pengurangan pajak pendapatan. Dia juga akan memperpanjang jaminan pengangguran bagi para pekerja yang diPHK.

Hillary Clinton (Demokrat)
Senator dari New York ini akan mengajukan paket 70 miliar dollar AS untuk mencegah kemungkinan resesi, termasuk 40 miliar dollar AS untuk program asistensi pemanas, perpanjangan jaminan pengangguran serta investasi dalam efisiensi energi. Sedangkan sisa 30 miliar dollar AS digunakan untuk membatu keluarga miskin yang terkena krisis hipotik perumahan.
Paket tahap kedua memerlukan 40 miliar dollar AS bila perekonomian tidak merespon. Akan digunakan untuk membayar pengembalian pajak bagi para pekerja rendahan dan menengah.

John Edward (Demokrat)
Mantan senator dari North Carolina ini menawarkan paket 25 miliar dollar AS untuk penciptaan lapangan kerja, serta tambahan 75 miliar dollar AS bila negerinya itu benar-benar memasuki resesi. Ia akan berinvestasi pada infrastruktur clean energy, meningkatkan bantuan federal untuk membantu negara bagian supaya tidak memotong program-program yang menolong keluarga menghadapi masa suram, memperbaiki jaminan pengangguran serta mencegah krisis perumahan.

Mitt Romney (Republik)
Mantan Gubernur Massachusetts ini mengajukan sebuah paket stimulus dengan berpusat pada perubahan pajak secara permanen, daripada tindakan sementara yang akan menelan biaya 233,4 miliar dollar AS.
Romney ingin ada pemotongan permanen pajak dari kelompok berpendapatan terendah, dari 10 persen menjadi 7,5 persen, yang berlaku surut (retroaktif) untuk tahun 2007.
menghilangkan pajak pendapatan jaminan sosial pabi para pekerja diatas 65 tahun dan menghilangkan pajak keuntungan dan dividen dari rumah tangga berpendapatan kurang dari 200 ribu dollar AS per tahun.
Ia juga akan mengurangi secara permanen pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 20 persen.

John McCain (Republik)
Senator dari Arizona ini mengatakan akan duduk berbicara dengan para penasihat ekonominya mengenai 150 miliar dollar AS yang sedang dibicarakan di Washington, namun ada nada spektis darinya, dengan menyebutkan "membuang uang" pada sebuah masalah bukan merupakan ide yang bagus. Yang sangat diperlukan menurutnya adalah pemotongan anggaran belanja federal. "Pengendalian belanja merupakan tahap pertama yang harus dilakukan," ujar McCain.
Selain itu juga pengurangan pajak secara permanen dan pemotongan pajak perusahanan dari 35 persen menjadi 25 persen.

Rudy Giuliani (Republik)
Mantan Walikota New York ini mengatakan bahwa saat ini belum tentu akan terjadi resesi, namun ia menyiapkan outline pemotongan pajak multitriliun dollar AS yang menurutnya akan menodorong pertumbuhan.
Dia juga akan memotong pajak perusahaan menjadi 25 persen dan pajak pertambahan nilai menjadi 10 persen dari 15 persen.

Mike Huckabee (Republik)
Mantan gubernur Arkansas ini mengatakan sumber stimulus jangka pendek terbesar adalah Federal Reserve (bank sentral AS), tapi the Fed juga harus memperhatikan inflasi. Huckabee juga berjanji akan meningkatkan anggaran infrastruktur pertahanan dan publik. Dia berjanji meneruskan dan memperluas kebijakan pemotongan pajak Bush dan mencanangkan rencana "Fair Tax" nya, yang akan mengganti pajak pendapatan dengan pajak penjualan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau