JAKARTA, SENIN - Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono Sp.B mengatakan kondisi mantan Presiden Soeharto sudah sadar penuh dan mulai dapat diajak untuk berkomunikasi.
"Dia sudah sadar penuh. Mulai dilakukan speak terapy," kata dr Mardjo yang dihubungi lewat telepon di Jakarta, Senin malam.
Dia mengatakan kondisi kesehatan pak Harto mulai membaik dan tekanan darah mulai stabil pada kisaran 110/40. Ia melanjutkan fisioterapi kepada pak Harto mulai dilakukan intensif dua kali sehari untuk mengembalikan fungsi otot.
Fisioterapi dilakukan untuk pasien yang sudah terbaring lama. Fisioterapi dilakukan dua kali sehari sejak tiga hari ini, kata dr Mardjo.
Sebelumnya, anggota Tim Dokter Kepresidenan dr Djoko Rahardjo mengatakan mantan Presiden Soeharto sudah mulai dilakukan fisioterapi untuk melatih otot-ototnya yang lama tidak digerakkan.
"Melatih pergerakan otot itu bagian fisioterapi. Jadi kalau orang sudah lama tidak jalan terus belajar jalan harus fisioterapi," kata dr Djoko saat ditemui di lobi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta tanpa menjelaskan lebih lanjut kapan fisioterapi untuk pak Harto mulai dilakukan.
Dokter Djoko mengatakan fisioterapi kepada pak Harto baru dilakukan untuk kedua belah tangan."(Fisioterapi dilakukan dengan) mulai digerak-gerakkan tangannya
supaya tidak kaku," terang dia.
Ia menjelaskan tim dokter masih mencoba mengatasi infeksi pada paru-paru pak Harto."Tadi pagi dilaporkan bahwa paru-paru belum bersih benar. Masih ada infeksi dan infeksinya coba diatasi," kata dr Djoko.
Sedangkan kondisi pencernaan pak Harto masih terganggu dan belum bisa mencerna makanan.Dari siaran pers Tim Dokter Kepresidenan pada Senin pagi disebutkan bahwa program medis pada Senin ini adalah mengatur pemasukan kalori agar memenuhi kebutuhan gizi yang disesuaikan dengan kemampuan fungsi pencernaan.
Dokter Djoko mengatakan fungsi jantung pak Harto stabil tetapi belum optimal.Ketika ditanya kapan ventilator akan dicopot, dokter Djoko mengatakan tim dokter belum bisa menentukan kapan ventilator bisa dicopot dari organ pernafasan pak Harto karena masih melihat kondisinya.
"(Rencana pencopotan ventilator) itu mesti diikuti hari ke hari. Kita belum bisa tentukan kapan akan dicopot. Kita lihat dulu, kalau (kondisi organ pernafasan) sudah kuat (ventilator) baru dicopot," jelas dokter Djoko.
Ketika ditanya apakah pak Harto bisa memberikan respon ketika ditanya oleh tim dokter yang memeriksanya, dokter Djoko mengatakan mantan presiden itu sudah bisa merespon. "Dia bisa buka mulut ketika kita minta dia untuk buka mulut," kata dia.
Ia menambahkan hari ini pak Harto mendapatkan transfusi darah berupa penambahan trombosit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang