Soeharto Sudah Sadar Penuh

Kompas.com - 21/01/2008, 22:25 WIB

JAKARTA, SENIN - Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Mardjo Soebiandono Sp.B mengatakan kondisi mantan Presiden Soeharto sudah sadar penuh dan mulai dapat diajak untuk berkomunikasi.

"Dia sudah sadar penuh. Mulai dilakukan speak terapy," kata dr Mardjo yang dihubungi lewat telepon di Jakarta, Senin malam.

Dia mengatakan kondisi kesehatan pak Harto mulai membaik  dan tekanan darah mulai stabil pada kisaran 110/40. Ia melanjutkan fisioterapi kepada pak Harto mulai dilakukan intensif dua kali sehari untuk mengembalikan fungsi otot.

Fisioterapi dilakukan untuk pasien yang sudah terbaring lama. Fisioterapi dilakukan dua kali sehari sejak tiga hari ini, kata dr Mardjo.

Sebelumnya, anggota Tim Dokter Kepresidenan dr Djoko Rahardjo mengatakan mantan Presiden Soeharto sudah mulai dilakukan fisioterapi untuk melatih otot-ototnya yang lama tidak digerakkan.

"Melatih pergerakan otot itu bagian fisioterapi. Jadi kalau orang sudah lama tidak jalan terus belajar jalan harus fisioterapi," kata dr Djoko saat ditemui di lobi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta tanpa menjelaskan lebih lanjut kapan fisioterapi untuk pak Harto mulai dilakukan.

Dokter Djoko mengatakan fisioterapi kepada pak Harto baru dilakukan untuk kedua belah tangan."(Fisioterapi dilakukan dengan) mulai digerak-gerakkan tangannya
supaya tidak kaku," terang dia.

Ia menjelaskan tim dokter masih mencoba mengatasi infeksi pada paru-paru pak Harto."Tadi pagi dilaporkan bahwa paru-paru belum bersih benar. Masih ada infeksi dan infeksinya coba diatasi," kata dr Djoko.

Sedangkan kondisi pencernaan pak Harto masih terganggu dan belum bisa mencerna makanan.Dari siaran pers Tim Dokter Kepresidenan pada Senin pagi disebutkan bahwa program medis pada Senin ini adalah mengatur pemasukan kalori agar memenuhi kebutuhan gizi yang disesuaikan dengan kemampuan fungsi pencernaan.

Dokter Djoko mengatakan fungsi jantung pak Harto stabil tetapi belum optimal.Ketika ditanya kapan ventilator akan dicopot, dokter Djoko mengatakan tim dokter belum bisa menentukan kapan ventilator bisa dicopot dari organ pernafasan pak Harto karena masih melihat kondisinya.

"(Rencana pencopotan ventilator) itu mesti diikuti hari ke hari. Kita belum bisa tentukan kapan akan dicopot. Kita lihat dulu, kalau (kondisi organ pernafasan) sudah kuat (ventilator) baru dicopot," jelas dokter Djoko.

Ketika ditanya apakah pak Harto bisa memberikan respon ketika ditanya oleh tim dokter yang memeriksanya, dokter Djoko mengatakan mantan presiden itu sudah bisa merespon. "Dia bisa buka mulut ketika kita minta dia untuk buka mulut," kata dia.

Ia menambahkan hari ini pak Harto mendapatkan transfusi darah berupa penambahan trombosit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau