Banyak Perajin Perak Kotagede Terancam Bangkrut

Kompas.com - 22/01/2008, 08:22 WIB

YOGYAKARTA, SELASA - Saat ini kondisi perajin perak Kotagede Yogyakarta cukup memprihatinkan. Bahkan banyak yang terancam bangkrut setelah terjadi kenaikan harga bahan baku.

Demikian kata Priyo Jatmiko, Ketua II Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta, Selasa. Oleh karena itu, Priyo berharap, perajin perak di Kotagede bisa mendapatkan prioritas di Pasar Seni dan Kerajinan yang akan dibangun Pemkot Yogyakarta di bekas terminal bus Umbulharjo.

"Kami berharap perajin diberi akses langsung dan memperoleh kios sendiri. Sebab kami khawatir, pasar tersebut justru akan diisi pengepul yang memiliki modal lebih besar," kata Ketua II Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y), Priyo Jatmiko, Selasa.

"Jika nanti pembangunan pasar seni dan kerajinan tersebut ternyata tidak berbasis kerakyatan, kami akan menolak. Kami minta kepastian dari pemkot untuk tidak memberikan gerai kepada para pengepul besar di pasar seni dan kerajinan," katanya.

Ia mengatakan, dasar penolakan ini lebih karena keinginan untuk tetap melindungi para perajin yang tergabung dalam KP3Y agar dapat bangkit lagi.

"Jika nanti kami tidak diberi akses di pasar seni, kami akan semakin terpuruk dan selalu tergantung pada pengepul kerajinan yang memiliki modal lebih besar," katanya.

Dia mengatakan, selama ini pemerintah belum banyak membantu para perajin terutama dalam promosi. Dan, jika pun ada, ternyata konsep bantuan itu kurang tepat sehingga belum memberikan hasil optimal.

"Selama ini hal yang selalu dilupakan pemerintah adalah promosi tentang keberadaan para perajin. Pembangunan pasar seni dan kerajinan tersebut merupakan ide yang bagus asalkan ada kejelasan peruntukan kios. Jika ini untuk pemberdayaan para perajin tentunya akan membawa dampak yang bagus bagi mereka," katanya. (ANT/ABI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau