YOGYAKARTA, SELASA - Saat ini kondisi perajin perak Kotagede Yogyakarta cukup memprihatinkan. Bahkan banyak yang terancam bangkrut setelah terjadi kenaikan harga bahan baku.
Demikian kata Priyo Jatmiko, Ketua II Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta, Selasa. Oleh karena itu, Priyo berharap, perajin perak di Kotagede bisa mendapatkan prioritas di Pasar Seni dan Kerajinan yang akan dibangun Pemkot Yogyakarta di bekas terminal bus Umbulharjo.
"Kami berharap perajin diberi akses langsung dan memperoleh kios sendiri. Sebab kami khawatir, pasar tersebut justru akan diisi pengepul yang memiliki modal lebih besar," kata Ketua II Koperasi Produksi Pengusaha Perak Yogyakarta (KP3Y), Priyo Jatmiko, Selasa.
"Jika nanti pembangunan pasar seni dan kerajinan tersebut ternyata tidak berbasis kerakyatan, kami akan menolak. Kami minta kepastian dari pemkot untuk tidak memberikan gerai kepada para pengepul besar di pasar seni dan kerajinan," katanya.
Ia mengatakan, dasar penolakan ini lebih karena keinginan untuk tetap melindungi para perajin yang tergabung dalam KP3Y agar dapat bangkit lagi.
"Jika nanti kami tidak diberi akses di pasar seni, kami akan semakin terpuruk dan selalu tergantung pada pengepul kerajinan yang memiliki modal lebih besar," katanya.
Dia mengatakan, selama ini pemerintah belum banyak membantu para perajin terutama dalam promosi. Dan, jika pun ada, ternyata konsep bantuan itu kurang tepat sehingga belum memberikan hasil optimal.
"Selama ini hal yang selalu dilupakan pemerintah adalah promosi tentang keberadaan para perajin. Pembangunan pasar seni dan kerajinan tersebut merupakan ide yang bagus asalkan ada kejelasan peruntukan kios. Jika ini untuk pemberdayaan para perajin tentunya akan membawa dampak yang bagus bagi mereka," katanya. (ANT/ABI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang